![]() |
| Sumber Foto:KEMENAG |
Tandaglobalnews JAKARTA – Menteri Agama RI,
Nasaruddin Umar, menyatakan saatnya Indonesia mengambil peran kepemimpinan
global dalam ekosistem keuangan Islam. Menurutnya, Indonesia harus
bertransformasi menjadi pusat utama pemikiran, sains, teknologi, dan
pengembangan sistem ekonomi syariah dunia, tidak lagi sekadar menjadi konsumen
yang mengikuti perkembangan dari negara lain seperti di Timur Tengah.
Pernyataan ini disampaikan Menag saat memberikan sambutan
dalam acara Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional Pengurus Pusat Masyarakat
Ekonomi Syariah (MES) di The Tribrata Conventions Center, Jakarta, Minggu
(24/5/2026). Acara penting ini juga dihadiri langsung oleh Wakil Presiden RI
ke-13, Ma’ruf Amin, serta sejumlah tokoh ekonomi syariah, menteri, dan pemuka
agama.
Nasaruddin Umar, Menteri Agama RI, menegaskan bahwa
Indonesia memiliki keunggulan luar biasa dibandingkan negara-negara Muslim
lain. Kondisi negara yang aman, damai, dan stabil menjadikan Indonesia tempat
paling kondusif untuk melahirkan pemikiran asli dan murni.
"Sekarang sudah waktunya kita memberikan kontribusi
yang lebih produktif untuk menjadi konsumsi masyarakat dunia. Bukan lagi kita
harus menanti apa saja yang lahir dari masyarakat Timur Tengah. Indonesia
adalah wilayah yang paling kondusif untuk berpikir jernih, jujur, dan tidak ada
perang di sekitar kita," tegas Menag Nasaruddin dengan penuh keyakinan.
Lebih lanjut, Menag mengajak pengurus MES yang baru saja
dilantik untuk bergerak secara taktis dan strategis. Ia meminta agar cetak biru
dan program kerja MES diselaraskan sepenuhnya dengan arah kebijakan Presiden
RI, terutama yang menyangkut ekonomi hilir, ekonomi mikro, hilirisasi, dan
program-program yang berpihak langsung pada kesejahteraan rakyat kecil.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menyentuh sektor riil dan membawa manfaat nyata
bagi masyarakat luas.
"Saya mohon dengan dilantiknya pengurus baru MES, insya
Allah kita bisa berkontribusi pada visi Bapak Presiden yang menekankan ekonomi
pro-rakyat. Itu sangat paralel dengan misi utama MES," tambahnya.
Menag Nasaruddin pun menyampaikan optimisme tinggi melihat
susunan pengurus baru MES yang merupakan kombinasi antara menteri kabinet,
pakar keuangan, akademisi, hingga pemuka agama. Ia sangat meyakini bahwa kerja
sama erat antara MES dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) akan menjadi kunci
lahirnya kemajuan besar dan kemandirian ekonomi bangsa ke depan.
"Mudah-mudahan
kolaborasi ini bisa melahirkan Indonesia baru di masa depan, sesuai harapan
umat dan bangsa. Di mana syariah diurus, di situ ada berkah yang akan
melimpah," pungkasnya penuh harap.
Sebagai informasi, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) adalah organisasi nirlaba yang menaungi akademisi, praktisi, birokrat, dan pakar ekonomi Islam. Organisasi ini berperan penting sebagai penggerak utama dalam mempercepat penerapan sistem ekonomi syariah, memperkuat literasi keuangan, serta mendorong kemandirian ekonomi umat di Indonesia

Posting Komentar