Masjid Jami Imam Baidhowi Kediri Hadirkan Payung Elektronik hingga ATV Wisata, Jadi Ikon “Masjid Nabawi Versi Kediri”

 

Payung elektronik ala Masjid Nabawi di Masjid Jami Imam Baidhowi menjadi daya tarik utama yang menghadirkan suasana teduh, megah, dan menenangkan bagi para jamaah. 📸 Pengambilan foto: Maulana Rahmadha / TandaGlobalNews


Tandaglobalnews KEDIRI – Masjid JamiImam Baidhowi di Desa Langenharjo,Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, terus menarik perhatian masyarakat karena menghadirkan konsep wisata religi modern dengan nuansa arsitektur ala Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.

Selain menjadi pusat ibadah masyarakat, kawasan masjid ini kini berkembang sebagai destinasi wisata religi keluarga yang dilengkapi berbagai fasilitas modern, mulai dari payung elektronik otomatis, menara megah bergaya Timur Tengah, hingga wahana wisata ATV.

Salah satu fasilitas yang paling mencuri perhatian pengunjung adalah keberadaan empat unit payung elektronik raksasa yang terpasang simetris di halaman utama masjid. Saat terbuka, masing-masing payung memiliki bentangan mencapai sekitar delapan meter dan mampu menaungi area luas di pelataran masjid.

Payung tersebut menggunakan bahan membran tebal yang dirancang tahan panas, hujan, serta sinar ultraviolet. Sementara tiang penyangganya menggunakan marmer putih berkualitas tinggi dengan ornamen lapisan emas yang memperkuat kesan mewah kawasan masjid.

Berdasarkan informasi pengelola, sistem payung bekerja secara otomatis menggunakan dinamo listrik yang tersembunyi di dalam tiang. Payung biasanya terbuka mulai pukul 05.30 WIB hingga 16.30 WIB untuk melindungi jamaah dari terik matahari, kemudian menutup otomatis pada sore hingga malam hari guna menjaga keawetan material kain dan rangka.

Desain payung dibuat menyerupai replika payung Masjid Nabawi dengan motif geometris khas Utsmaniyah dan Mamluk berwarna coklat krem berpadu pola hitam. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi salah satu daya tarik utama wisata religi di Kediri.

Tak hanya payung elektronik, Masjid Imam Baidhowi juga memiliki menara utama setinggi sekitar 33 meter yang berdiri megah di area masjid. Menara berbentuk silinder bertingkat tersebut memiliki empat bagian yang semakin ramping ke atas, mengikuti gaya arsitektur masjid bersejarah di Timur Tengah.

Warna dominan putih dipadukan motif garis zig-zag hitam putih di bagian tengah menjadikan menara mudah dikenali dan menjadi ikon visual kawasan masjid. Pada bagian puncak terdapat kubah kecil berwarna emas lengkap dengan ornamen bulan bintang.

Struktur menara dibangun menggunakan beton bertulang berkualitas tinggi yang dilapisi granit dan marmer putih. Sementara ornamen hitam-putih menggunakan keramik bakar khusus yang tahan terhadap cuaca panas maupun hujan.

Selain berfungsi sebagai tempat pengeras suara adzan dan penanda lokasi masjid dari kejauhan, menara tersebut juga dilengkapi balkon melingkar dan lampu sorot hias yang membuat tampilannya semakin mencolok saat malam hari.



Di sisi lain, kawasan wisata religi Masjid Imam Baidhowi juga menghadirkan fasilitas rekreasi keluarga berupa “Stasiun ATV Masjid Jami Imam Baidhowi”. Wahana tersebut menyediakan lebih dari 15 unit kendaraan ATV yang dapat digunakan pengunjung untuk berkeliling area persawahan dan kawasan sekitar masjid.

Pengelola menyediakan jalur khusus lengkap dengan petunjuk arah, perlengkapan keselamatan berupa helm, hingga petugas pengawas yang mendampingi pengunjung selama berkendara.

Rute ATV dirancang aman dan nyaman dengan melintasi jalan desa, area persawahan, serta kawasan sekitar masjid yang asri. Kehadiran fasilitas tersebut membuat kawasan Masjid Imam Baidhowi tidak hanya menjadi tempat ibadah, namun juga destinasi wisata keluarga yang memadukan wisata religi, wisata alam, dan rekreasi.

Keberadaan fasilitas modern tersebut turut memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar melalui tumbuhnya UMKM, pedagang kaki lima, serta meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke wilayah Plemahan.

Kini, Masjid Jami Imam Baidhowi berkembang menjadi salah satu ikon wisata religi Kabupaten Kediri dan dikenal masyarakat sebagai “Masjid Nabawi versi Kediri”.

Penulis : Maulana Rahmadha

Editor : Novita


Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama