Tandaglobalnews Lumajang — Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa
perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence
(AI) harus diimbangi dengan penguatan pendidikan karakter. Langkah tersebut
dinilai penting agar generasi muda tidak hanya cerdas secara digital, tetapi
juga memiliki moral dan akhlak yang kuat.
Hal itu disampaikan Bupati Lumajang, Indah
Amperawati, saat membuka Lokakarya Pendidikan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI)
dan Budi Pekerti Tahun 2026 di Pendopo Arya Wiraraja, Kabupaten Lumajang,
Provinsi Jawa Timur, Kamis, 21 Mei 2026.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah
mengubah cara belajar, pola komunikasi, hingga perilaku generasi muda. Namun di
sisi lain, kemajuan tersebut juga membawa tantangan besar bagi dunia pendidikan
dalam menjaga nilai moral, etika, dan karakter peserta didik.
“Guru PAI bukan hanya penjaga moral dan akhlak, tetapi juga pengawal masa depan pendidikan Lumajang,” ujar Indah.
Ia menilai, kemajuan teknologi tanpa
diimbangi pendidikan karakter berisiko melahirkan generasi yang unggul secara
digital, tetapi lemah dalam nilai kemanusiaan, empati, dan tanggung jawab
sosial.
Karena itu, pendidikan tidak boleh hanya
berorientasi pada penguasaan teknologi dan capaian akademik semata. Pendidikan
juga harus mampu membentuk kesadaran moral dan karakter generasi muda di tengah
derasnya arus informasi digital.
Indah menegaskan, kecerdasan artifisial
tidak dapat menggantikan peran guru dalam membangun nilai kehidupan, akhlak,
dan keteladanan bagi peserta didik.
“Peran guru, khususnya guru PAI, sangat penting dan tidak dapat tergantikan oleh apa pun. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI saat ini, guru harus mampu beradaptasi, menghadirkan teknologi dalam proses pembelajaran, dan menyinergikannya dengan metode yang tepat,” katanya.
Ia menjelaskan, tantangan pendidikan saat
ini bukan hanya membuat siswa mampu menguasai teknologi, tetapi juga memastikan
teknologi digunakan secara sehat, produktif, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, guru PAI memiliki posisi
strategis sebagai penjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan penguatan
karakter generasi muda.
Selain itu, Indah juga menekankan bahwa
pembelajaran di sekolah tidak boleh hanya menjadi rutinitas formal untuk
menyelesaikan kurikulum. Pembelajaran harus menghadirkan pengalaman yang mampu
membangun kesadaran, etika, dan kepribadian siswa.
“Pembelajaran tidak boleh hanya sekadar menggugurkan kewajiban. Dengan pendekatan yang tepat, pembelajaran PAI dapat menjadi aktivitas yang bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan bagi murid,” ujarnya.
Dalam perspektif pembangunan daerah, Pemkab
Lumajang menilai penguatan pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam
menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di era global tanpa
kehilangan identitas moral dan budaya.
Melalui lokakarya tersebut, Pemkab Lumajang
menegaskan bahwa pendidikan karakter tetap menjadi fondasi utama dalam
menghadapi era digital agar kemajuan teknologi berjalan seiring dengan
penguatan moral dan akhlak generasi muda.
sumber: infopublik.id

Posting Komentar