Panitia Kurban Tewas Tenggelam Saat Cuci Usus Sapi di Anak Sungai Jakabaring Palembang

gambar ilustrasi orang tenggelam

 TandaGlobal.news | PALEMBANG – Suasana duka menyelimuti prosesi penyembelihan hewan kurban di kawasan Jakabaring, Palembang. Seorang warga yang diketahui ikut menjadi panitia kurban dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan air saat membersihkan usus sapi di aliran anak sungai, Rabu (27/5/2026).

Peristiwa tragis tersebut menjadi perhatian warga setelah video dan informasi terkait kejadian beredar luas di media sosial. Korban, seorang pria berusia 40 tahun, disebut sempat bersama dua rekannya menuju aliran anak sungai untuk mencuci bagian dalam sapi kurban yang akan diolah menjadi babat.

Awalnya, aktivitas pembersihan usus sapi tersebut berlangsung normal. Korban bersama rekannya berada di tepian air yang dianggap dangkal. Namun, situasi berubah ketika korban diduga berjalan lebih jauh ke arah tengah aliran sungai.

Salah seorang rekan korban, Gunawan, mengatakan dirinya bersama korban dan seorang rekannya bernama Mail datang ke lokasi untuk membersihkan usus sapi hasil penyembelihan hewan kurban.

“Cuci usus sapi tadi, Pak, ke sini untuk bikin babat. Kami bertiga ke sini, saya, korban, dan Mail. Sesampai di TKP, korban awalnya hanya di tepi yang dangkal. Namun diduga mengira masih dangkal, korban ke tengah,” ujar Gunawan.

Tak lama setelah bergerak ke bagian tengah, korban mendadak hilang dari permukaan air. Rekan-rekan korban yang berada di lokasi sempat panik dan berupaya mencari korban secara manual. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu juga langsung berdatangan ke lokasi untuk membantu pencarian.

Kejadian tersebut sontak membuat keluarga dan warga sekitar terkejut. Aktivitas kurban yang semula berlangsung dalam suasana kebersamaan berubah menjadi kepanikan setelah korban tidak lagi terlihat di permukaan air.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian setempat, insiden tersebut diduga murni merupakan kecelakaan. Polisi menyebut korban kemungkinan tidak mengetahui kondisi medan di lokasi, terutama kedalaman aliran air di bagian tengah sungai. Selain itu, terdapat dugaan kuat korban tidak bisa berenang sehingga kesulitan menyelamatkan diri saat masuk ke bagian yang lebih dalam.

Setelah dilakukan pencarian, jasad korban akhirnya berhasil ditemukan tidak jauh dari titik awal korban dilaporkan tenggelam. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Petugas bersama warga kemudian mengevakuasi jasad korban dari lokasi kejadian. Korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di sekitar sungai, terutama ketika kondisi kedalaman air tidak diketahui secara pasti. Warga juga diimbau untuk tidak mengambil risiko masuk ke area aliran air yang belum dikenali, terlebih bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan berenang.

Kejadian tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, warga sekitar, serta panitia kurban yang saat itu tengah menjalankan kegiatan penyembelihan hewan kurban. Prosesi yang seharusnya menjadi momen kebersamaan dan ibadah berubah menjadi peristiwa memilukan akibat kecelakaan yang tidak terduga.

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama