TandaGlobal.news | JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan curah hujan dengan intensitas rendah hingga menengah masih akan mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia pada dasarian III Mei 2026, tepatnya pada periode 21–31 Mei 2026.
Berdasarkan pandangan iklim terbaru yang dirilis BMKG pada Senin (25/5/2026), memasuki akhir Mei ini angin timuran diprediksi mulai aktif. Selain itu, belokan angin diperkirakan terjadi di sekitar wilayah ekuator yang turut memengaruhi dinamika cuaca di tanah air.
Analisis atmosfer pada dasarian sebelumnya menunjukkan aktivitas gelombang atmosfer dan fenomena iklim global masih memengaruhi kondisi cuaca nasional. Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) yang sebelumnya terpantau aktif di fase 2 Samudera Hindia hingga fase 4 Kepulauan Maritim Indonesia, diprediksi kembali aktif hingga akhir dasarian III Mei 2026 di fase 6 Pasifik Barat.
Sementara itu, nilai indeks NINO 3.4 pada dasarian II Mei 2026 tercatat sebesar 1,00. Angka ini menunjukkan kondisi hangat yang telah melampaui ambang netral selama empat dasarian berturut-turut. BMKG memperkirakan peluang terjadinya El Nino lemah mencapai 100 persen, moderat 95 persen, dan kuat 60 persen. Kendati demikian, BMKG mengingatkan bahwa prediksi ENSO pada periode Mei 2026 umumnya hanya akurat untuk tiga bulan ke depan, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dalam menyikapinya.
Di sisi lain, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) netral diprediksi berpotensi bergerak menuju fase positif mulai Juli hingga November 2026, yang dipastikan dapat memengaruhi pola curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia ke depan.
Secara umum, BMKG memprediksi curah hujan selama dasarian III Mei 2026 berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni sekitar 0–150 milimeter per dasarian.
Wilayah yang diperkirakan mengalami hujan kategori rendah (kurang dari 50 milimeter per dasarian) meliputi:
- Sumatra & Kepulauan: Aceh, sebagian Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, sebagian Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, dan Lampung bagian timur.
- Jawa & Bali: Jawa Barat bagian utara, sebagian Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
- Nusa Tenggara: Wilayah NTB dan NTT.
- Sulawesi & Maluku: Sebagian Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Maluku.
- Papua: Papua, Papua Tengah, hingga Papua Selatan.
Meski didominasi curah hujan rendah, BMKG memastikan bahwa untuk periode ini tidak terdapat wilayah di Indonesia yang diprediksi mengalami curah hujan ekstrem tinggi maupun kekeringan meteorologis dengan klasifikasi "Awas".
Pihak BMKG tetap mengimbau masyarakat agar selalu memantau perkembangan informasi cuaca dan iklim terkini. Langkah ini penting guna mengantisipasi potensi dampak perubahan cuaca, terutama pada sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, serta mitigasi kebencanaan.

Posting Komentar