Waspada Pengunjung Warkop! Motor Mahasiswa Senilai Rp16,5 Juta Raib Dicuri, Pelaku Terekam CCTV Beraksi Cuma Hitungan Detik


TandaGlobalNews | SURABAYA, Minggu (10/05/26) – Bagi warga Surabaya yang gemar nongkrong dan ngopi di warung kopi (warkop), diimbau untuk lebih berhati-hati dan selalu waspada. Sebab, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali terjadi di kawasan warkop, tepatnya di Jalan Ngagel Jaya Selatan, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Seorang mahasiswa harus menelan pil pahit karena kendaraan roda dua miliknya raib dicuri saat sedang asyik bersantai di dalam warkop tersebut.

Kehilangan itu dialami oleh Rifqi (20), mahasiswa jurusan Manajemen Pemasaran di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya. Ia kehilangan satu unit sepeda motor jenis Honda Scoopy dengan pelat nomor S 2389 NCI. Motor yang dibelinya secara tunai seharga Rp16,5 juta itu hilang saat diparkir di area parkir warkop pada Sabtu pagi, 2 Mei 2026 lalu.

Berdasarkan keterangan Rifqi, pagi itu ia berangkat ke lokasi warkop sendirian dan tiba di tempat tersebut sekitar pukul 04.00 WIB. Ia memarkirkan motornya di area yang memang disediakan untuk kendaraan pengunjung, lalu masuk ke dalam warkop untuk duduk santai dan meminum kopi seperti kebiasaan banyak orang. Ia sama sekali tidak menduga bahwa di waktu pagi yang masih cukup sepi itu, ada oknum yang mengincar kendaraannya.

Setelah menghabiskan waktu sekitar dua setengah jam untuk bersantai, Rifqi berniat pulang dan beranjak keluar dari warkop sekitar pukul 06.30 WIB. Namun, keterkejutan dan kekecewaan langsung ia rasakan saat sampai di tempat parkir. Motor yang diparkirkannya raib tak berbekas, tidak ada di tempat semula.

“Saya keluar mau pulang, tapi motor sudah tidak ada di tempat. Saya sempat bingung dan mengecek sekeliling parkiran, tapi memang tidak ada. Lalu saya minta bantuan karyawan warkop untuk mengecek rekaman CCTV yang terpasang di sekitar lokasi parkir. Dari hasil cek rekaman, ternyata kemalingan itu terjadi pukul 05.56 WIB, sekitar sepuluh menit sebelum saya keluar,” ungkap Rifqi saat diwawancarai awak media.

Rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi merekam jelas bagaimana aksi kejahatan itu berlangsung dengan sangat cepat dan terencana. Terlihat dalam rekaman, pelaku berjumlah dua orang. Mereka tiba di lokasi berboncengan menggunakan satu unit sepeda motor jenis matik berwarna merah. Pengemudi motor mengenakan pakaian berwarna gelap, sementara penumpang yang bertindak sebagai pelaku utama atau eksekutor juga tampak berpenampilan biasa namun bergerak sigap.

Sesampainya di dekat motor milik Rifqi, pelaku yang duduk di belakang langsung turun dan mendekati kendaraan korban dengan santai seolah-olah itu miliknya. Tanpa ragu, pelaku langsung melakukan aksinya dengan merusak kunci setir motor. Berkat keahlian yang diduga sudah terlatih, hanya dalam hitungan detik saja kunci setir berhasil dibobol dan mesin motor pun langsung menyala.

Setelah motor korban bisa dinyalakan, pelaku segera mengendarainya meninggalkan lokasi, sementara rekannya yang membawa motor merah sebelumnya sudah bergerak maju lebih dulu. Kedua pelaku itu kabur beriringan meninggalkan kawasan warkop dengan kecepatan sedang, seolah tidak ada hal yang mencurigakan terjadi. Seluruh aksi pencurian itu berlangsung sangat singkat dan luput dari pengawasan siapa pun yang ada di lokasi.

Rifqi mengaku sangat kecewa dan merugi besar. Motor Honda Scoopy itu merupakan kendaraan pribadi yang ia beli secara lunas dengan harga mencapai Rp 16,5 juta rupiah. Kendaraan itu sangat berarti baginya sebagai sarana transportasi sehari-hari untuk berangkat kuliah dan keperluan lainnya.

Yang lebih mengkhawatirkan, menurut cerita warga sekitar maupun pengunjung warkop yang lain, kawasan tempat kejadian perkara itu ternyata sudah sering menjadi lokasi terjadinya kasus serupa. Banyak kendaraan milik pengunjung warkop yang dilaporkan hilang dicuri, namun tampaknya hal itu belum menjadi perhatian serius sehingga masih terus terjadi berulang kali.

“Dulu saya beli motor itu lunas seharga Rp 16,5 juta. Kejadian ini sangat merugikan saya. Saya juga dengar dari orang-orang di sana, lokasi itu katanya memang sering kejadian pencurian motor. Banyak yang sudah jadi korban sebelumnya,” keluh Rifqi.

Tak tinggal diam, pasca kejadian itu Rifqi langsung melaporkan peristiwa kehilangan kendaraannya ke kantor Polsek Gubeng. Ia menyerahkan seluruh bukti, termasuk keterangan waktu kejadian hingga rekaman CCTV yang berhasil diakses, agar kasusnya segera ditangani oleh pihak kepolisian.

Ia berharap aparat kepolisian dapat segera mengusut tuntas kasus ini, menemukan pelaku pencurian, serta mengamankan kembali motor miliknya. Selain itu, ia juga berharap agar kasus ini menjadi perhatian dan pelajaran bagi masyarakat luas, khususnya warga Surabaya, agar selalu waspada dan menjaga keamanan kendaraan saat berhenti atau nongkrong di tempat umum, terutama di kawasan warkop yang rawan menjadi sasaran pencuri.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dari Polsek Gubeng masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus pencurian ini, mulai dari menelusuri identitas pelaku berdasarkan rekaman CCTV hingga memetakan jalur pelarian kedua pelaku tersebut. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk melengkapi kendaraan dengan alat pengaman tambahan serta tidak meninggalkan kendaraan dalam keadaan kurang aman meski hanya berhenti sebentar.

Sumber: Radar Surabaya

#tandaglobalnews #CuranmorSurabaya #WaspadaPencurianMotor #Surabaya #PolsekGubeng #BeritaKriminal #KeamananWarga #RadarSurabaya #WarkopRawan #MahasiswaJadiKorban #PencurianMotor

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama