TandaGlobalNews | PASURUAN, Kamis (7/5/2026) – Suasana kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan yang terletak di kawasan Raci, Kecamatan Bangil, kembali diguncang skandal. Kali ini, sebuah video rekaman amatir yang memperlihatkan proses pemeriksaan terhadap seorang oknum pegawai oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mendadak viral dan menjadi pembicaraan hangat di media sosial.
Video berdurasi sekitar 2 menit 7 detik itu merekam momen tegang saat petugas menanyai seorang pria berinisial HD, yang diketahui merupakan pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pasuruan.
Peristiwa bermula pada Rabu sore, 6 Mei 2026. Saat itu, area parkir kompleks perkantoran mulai terlihat sepi karena jam kerja sudah usai.
Petugas Satpol PP yang sedang melakukan patroli rutin melihat ada keanehan pada sebuah mobil dinas yang terparkir cukup lama di sudut area yang mulai lengang. Merasa curiga, petugas pun mendekat untuk melakukan pemeriksaan.
Saat petugas berniat mengecek kondisi kendaraan tersebut, tiba-tiba sebuah pintu mobil terbuka dan seorang perempuan terlihat keluar dengan tergesa-gesa, seolah ingin menghindari pertanyaan atau pemeriksaan.
Kejadian ini pun terekam jelas dalam video yang beredar luas. Dalam rekaman tersebut, terlihat petugas Satpol PP sedang berhadapan dengan pengemudi mobil, yaitu HD yang mengenakan seragam kemeja putih khas pegawai Pemkab Pasuruan.
Yang membuat video ini semakin menarik perhatian dan menjadi bahan pembicaraan netizen adalah isi percakapan dalam interogasi tersebut.
Petugas terlihat menanyakan sejumlah hal mendalam kepada HD, mulai dari identitas, tujuan parkir di lokasi tersebut, hingga menyinggung soal kondisi di dalam kabin mobil.
Dalam video, terlihat petugas menyoroti adanya tisu yang ditemukan berserakan di sekitar dashboard dan di bawah jok penumpang. Kondisi yang dianggap tidak wajar dan berantakan ini menjadi salah satu fokus pertanyaan petugas kepada pria tersebut.
"Kenapa tisu banyak berserakan di sini?" demikian kira-kira inti pertanyaan yang terlontar dari petugas, yang membuat suasana semakin canggung dan menegangkan.
Menanggapi viralnya video dan kasus ini, pihak manajemen kepegawaian daerah akhirnya angkat bicara.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pasuruan, Fathurrahman, membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima informasi mengenai insiden yang memalukan tersebut.
Namun, hingga hari ini, Kamis (7/5/2026), pihaknya mengaku belum menerima laporan resmi secara tertulis.
“Kami baru mendengar sebatas informasi dan viral di media sosial. Belum ada laporan resmi masuk ke BKPSDM karena saat ini masih dalam ranah pembinaan internal di perangkat daerah terkait, yaitu Dinas Pendidikan,” jelas Fathurrahman.
Meskipun masih menunggu laporan, Fathurrahman menegaskan bahwa institusinya siap menindak tegas jika terbukti ada pelanggaran.
Apabila nantinya dari hasil pemeriksaan internal ditemukan adanya unsur pelanggaran kode etik, norma kesusilaan, atau pelanggaran disiplin PNS, maka kasus tersebut wajib dilaporkan ke BKPSDM.
“Kalau memang ditemukan unsur pelanggaran, baik itu pelanggaran disiplin maupun etik, kami dorong segera dilaporkan supaya prosesnya bisa berjalan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Artinya, jika terbukti bersalah, HD tidak hanya menghadapi malu karena videonya viral, tapi juga bisa terkena sanksi administratif berat hingga pemotongan gaji atau tindakan tegas lainnya sesuai peraturan kepegawaian yang berlaku.
Sumber: Kompas.com / gresiksumpek
#tandaglobalnews #gresiksumpek #pasuruan #news #viral #satpolpp #disdikpasuruan #skandal #pns #beritajatim

Posting Komentar