Purbaya Ajak "Serok" Saham: Banyak Orang Tak Sadar Ekonomi Kita Sedang Bagus

Tandaglobalnews JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali mengeluarkan seruan kepada para investor untuk berani membeli saham atau istilahnya "serok" di tengah kondisi pasar yang sempat bergejolak. Menurutnya, banyak pelaku pasar justru keluar atau menarik dana karena panik, padahal fundamental ekonomi Indonesia saat ini sedang menunjukkan tren yang sangat positif dan kuat. 

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya merespons data pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang baru saja dirilis, di mana ekonomi Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,61 persen. Angka ini menunjukkan adanya percepatan atau pembalikan arah yang baik dibandingkan periode sebelumnya.

 

"Itu yang tidak disadari banyak orang sehingga orang agak takut dan keluar dari pasar modal. Kan saya kemarin-kemarin bilang serok-serok-serok aja. Kalau mereka ikut saya, nanti ke depan akan untung banyak," ujar Purbaya Yudhi Sadewa.

 

Menurut Purbaya, ketakutan yang muncul di kalangan investor lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen pasar jangka pendek dan keresahan global, bukan mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya. Padahal, menurut dia, indikator makro ekonomi Indonesia saat ini sangat mendukung dan prospeknya cerah.

 

Purbaya menegaskan bahwa arah perekonomian domestik saat ini telah berubah menjadi lebih baik. Setelah sebelumnya pertumbuhan cenderung stabil, kini ekonomi Indonesia telah masuk ke dalam fase akselerasi. Kondisi ini, kata dia, belum sepenuhnya ditangkap atau dimengerti oleh banyak pelaku pasar.

 

"Kita memang sudah bisa membalik arah ekonomi, dulu kan sebelumnya 5,39 sekarang 5,61. Itu artinya kita sudah akselerasi. Pondasi ekonomi kita bagus," tegasnya.

 

Ia juga menambahkan pesan dari Presiden yang menekankan bahwa kondisi fiskal negara sangat kuat dan aman.

 

"Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, suruh sampaikan pesan bahwa uang saya cukup. Duitnya banyak, jadi Anda tidak usah takut," tambahnya.

 

Pemerintah Siapkan Stimulus Tambahan

 

Purbaya juga mengisyaratkan bahwa pemerintah akan menyiapkan stimulus tambahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2026. Stimulus tersebut direncanakan mulai berjalan sekitar 1 Juni mendatang, seiring dengan koordinasi dengan bank sentral untuk menjaga likuiditas.

 

"Kita akan memberikan stimulus tambahan ya ke perekonomian yang enggak lama lagi akan diumumkan. Ya mungkin 1 Juni akan mulai jalan," ujarnya.

 

Menkeu juga menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh dari bayang-bayang krisis seperti tahun 1998. Ia menyoroti maraknya narasi di media sosial yang menyamakan situasi saat ini dengan krisis moneter tempo dulu.

 

Menurut dia, perbandingan tersebut tidak berdasar karena mengabaikan data riil. Saat ini, ekonomi Indonesia justru masih berada dalam fase ekspansi, berbeda dengan situasi 1998 yang mengalami kontraksi panjang.

 

“Boro-boro resesi, malah naik, apalagi krisis. Banyak yang bilang kita mau rusak, ternyata salah prediksi. Kita sekarang masih ekspansi, masih akselerasi. Jadi jangan asal bikin cerita, lihat data yang betul,” tegas Purbaya.

 

 Sumber: kompas.com

 

#tandaglobalnews #PurbayaYudhiSadewa #EkonomiIndonesia #PasarModal #SerokSaham #PertumbuhanEkonomi #IHSG #Menkeu #Investasi #BeritaEkonomi #Kompascom

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama