TandaGlobalNews | Lamongan, 6 Mei 2026 – Sebuah musibah naas dan ironis menimpa seorang petani di Kabupaten Lamongan. Haji Arsis (63), warga Dusun Mungsu, Desa Sugihwaras, Kecamatan Kalitengah, harus meregang nyawa akibat tersengat aliran listrik dari jebakan tikus yang dipasangnya sendiri di lahan sawah.
Kejadian mengerikan ini terjadi pada Rabu pagi, 6 Mei 2026, sekitar pukul 05.30 WIB.
Informasi yang dihimpun, korban diketahui pergi ke sawah sejak dini hari untuk memantau tanamannya sekaligus memastikan jebakan listrik yang dipasangnya berfungsi untuk mengusir hama tikus.
Namun, nasib malang menimpanya. Tubuh korban pertama kali ditemukan oleh tetangga sekaligus sesama petani bernama Iswanto (42). Saat itu Iswanto hendak menuju ke sawahnya sendiri, namun terkejut melihat tubuh Haji Arsis sudah tergeletak tak bergerak di pematang sawah.
Melihat kondisi korban yang diduga terkena setrum listrik, Iswanto dengan sigap langsung berlari menuju rumah korban untuk mematikan saklar utama agar arus listrik terputus dan tidak membahayakan orang lain. Setelah itu, ia segera melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dusun dan warga sekitar.
Ketika tim kepolisian dan warga tiba di lokasi kejadian perkara (TKP), kondisi korban sudah tidak bernyawa.
Korban ditemukan dalam posisi telentang dengan kepala menghadap ke arah timur dan kaki ke arah barat. Pemandangan yang sangat ironis terlihat saat ditemukan, tangan kiri korban masih menggenggam erat kawat atau kabel listrik yang digunakan sebagai alat jebakan.
Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, aliran listrik tersebut memang ditarik sendiri oleh korban dari rumahnya menuju ke areal persawahan.
"Saat ditemukan, korban mengenakan kaos lengan panjang warna abu-abu dan celana pendek hitam di area sawah yang sudah ditanami padi," jelas Ipda Hamzaid.
Tim medis dari Puskesmas Kalitengah yang datang ke lokasi melakukan pemeriksaan terhadap jenazah. Ditemukan sejumlah luka bakar yang cukup serius akibat sengatan arus listrik yang cukup kuat.
Luka bakar tersebut terlihat jelas pada telapak tangan kiri, lengan tangan kanan, hingga bagian dada korban. Luka-luka inilah yang dipastikan menjadi penyebab utama kematian pria berusia 63 tahun tersebut.
Setelah kejadian, pihak keluarga korban menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan takdir Tuhan Yang Maha Esa.
Keluarga tidak menaruh curiga adanya unsur kesengajaan atau kelalaian pihak lain. Oleh karena itu, keluarga menolak untuk dilakukan otopsi mendalam terhadap jenazah dan telah menandatangani surat pernyataan bahwa mereka tidak akan menuntut secara hukum di kemudian hari.
Jenazah kemudian dievakuasi oleh warga bersama personil Polsek Kalitengah, anggota TNI (Babinsa), dan Satpol PP untuk segera dibawa ke rumah duka guna proses pemakaman.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh masyarakat, khususnya para petani. Pihak kepolisian melalui Kapolsek Kalitengah, AKP Heri Prasetyo, kembali mengimbau agar lebih waspada.
"Kami mengimbau kepada para petani di wilayah Lamongan agar sangat berhati-hati dan sedapat mungkin menghindari penggunaan jebakan tikus dengan aliran listrik karena sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa," tegasnya.
SUMBER: koranmemo.com,seputarlamonganmegilan
#tandaglobalnews #Lamongan #LamonganMegilan #BeritaLamongan #Musibah #TersengatListrik #Petani #Kalitengah

Posting Komentar