Menginspirasi! Deki Degei Bertumpu Satu Kaki Pimpin Upacara Hardiknas Selama 40 Menit

 





Tandaglobalnews NABIRE, PAPUA TENGAH – Sosok remaja bernama Deki Degei (16 tahun) menjadi sorotan publik dan viral di media sosial berkat keteguhan hatinya. Siswa kelas XI SMA Mepa Boarding School ini berhasil memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan penuh gagah, meski hanya bertumpu pada satu kaki selama kurang lebih 40 menit tanpa bantuan alat bantu apapun.

 Kejadian ini berlangsung pada Sabtu, 2 Mei 2026, di lapangan sekolah yang terletak di wilayah Kalisemen, Nabire Barat. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, selaku inspektur upacara.

 Sosok Deki Degei dan Kondisi Fisiknya

 Deki Degei dikenal sebagai siswa yang memiliki semangat juang tinggi. Ia berasal dari pedalaman Kabupaten Paniai, Papua Tengah. Sejak kecil, Deki mengalami keterbatasan fisik di mana kaki kirinya harus diamputasi akibat kecelakaan saat berusia 6 tahun di Jayapura. Namun, kondisi tersebut tidak pernah membuatnya menyerah atau merasa minder.

 Bahkan, Deki dikenal sangat mandiri. Ia menolak menggunakan tongkat penyangga, kaki palsu, atau alat bantu lainnya yang pernah ditawarkan, termasuk yang diberikan oleh Gubernur Meki Nawipa. Ia memilih untuk beradaptasi dengan cara melompat-lompat menggunakan satu kaki kanannya, membentuk karakter yang tangguh dan percaya diri.

 Di sekolahnya, Deki juga aktif berorganisasi dan dipercaya menjabat sebagai Koordinator Keamanan dalam struktur OSIS SMA Mepa Boarding School.

 Momen Bersejarah: Memimpin Upacara Tanpa Ragu

 Deki terpilih menjadi pemimpin upacara Hardiknas tahun ini melalui proses seleksi, berkat kemampuan dan motivasinya yang luar biasa. Sebelum hari H, ia pun rajin berlatih secara mandiri untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin.

 Saat upacara dimulai, semua mata tertuju padanya. Dengan postur tubuh yang tegap dan suara yang lantang serta tegas, Deki memberikan setiap aba-aba dan laporan kepada inspektur upacara. Ia berjalan atau melompat dengan mantap, tanpa terlihat goyah atau kesakitan, meski seluruh beban tubuhnya hanya ditopang oleh satu kaki selama durasi upacara yang berlangsung sekitar 40 menit penuh.

 "Saya tidak takut, saya malah senang bisa menjadi pemimpin upacara Hardiknas. Meskipun saya hanya punya satu kaki, saya punya seribu mimpi yang ingin saya wujudkan. Dan pendidikan adalah jalan saya menuju ke sana," ujar Deki dengan penuh keyakinan usai upacara berakhir.

 Menyentuh Hati dan Menginspirasi Banyak Orang

 Aksi dan semangat Deki Degei langsung menyita perhatian seluruh peserta upacara, guru, tamu undangan, hingga warganet yang melihat rekaman videonya. Banyak yang merasa terharu dan terinspirasi melihat keteguhan serta tanggung jawab yang ditunjukkannya.Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, pun mengaku sangat kagum dan terharu melihat performa Deki. Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berprestasi, memimpin, dan berkarya. Hal ini juga menjadi contoh nyata penerapan pendidikan inklusif yang menghargai setiap perbedaan dan potensi yang dimiliki oleh setiap anak bangsa.

 Sumber:Tribun Timur Berita


 #tandaglobalnews#DekiDegei #Hardiknas2026 #PapuaTengah #SiswaDisabilitas #Inspirasi #PendidikanInklusif #SemangatJuara #BeritaNasional

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama