TANDAGLOBALNEWS | PATI – Suasana di depan Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Pati mendadak mencekam pada Sabtu (2/5). Upaya massa untuk mendirikan posko aspirasi bertajuk "Posko Aksi 13 Mei: Evaluasi Kinerja Kapolresta Pati" berakhir dengan pembubaran paksa oleh petugas kepolisian, memicu adu mulut hingga aksi saling dorong.
Kronologi Ketegangan
Ketegangan bermula ketika sejumlah massa aksi mulai memasang tenda dan atribut di area trotoar tepat di depan Mapolresta. Pihak kepolisian segera mengambil tindakan persuasif yang dengan cepat berubah menjadi debat kusir yang sengit.
Massa bersikeras bahwa mereka memiliki hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat dan mengklaim telah melayangkan surat pemberitahuan secara resmi. Namun, pihak kepolisian memberikan argumen tegas bahwa pendirian tenda di atas trotoar melanggar aturan karena mengganggu akses fasilitas publik dan ketertiban jalan raya.
Pemicu Utama Ricuh
Situasi semakin memanas saat petugas mulai menertibkan atribut aksi, termasuk spanduk-spanduk besar yang berisi tuntutan evaluasi jabatan Kapolresta Pati. Beberapa poin krusial yang memicu eskalasi meliputi:
Keberadaan Ambulans: Parkirnya mobil ambulans di lokasi aksi dianggap petugas menambah hambatan arus lalu lintas.
Penyitaan Atribut: Teriakan protes pecah saat petugas mencopot paksa spanduk tuntutan, yang dibalas dengan perlawanan fisik ringan (saling dorong) oleh massa aksi.
Situasi Terkini
Hingga berita ini diturunkan, sisa-sisa material posko telah dibersihkan dari area trotoar. Meski massa telah merenggang, sejumlah personel kepolisian masih disiagakan di titik lokasi untuk memastikan tidak ada upaya pendirian posko susulan.
Pihak Mapolresta Pati mengimbau agar setiap bentuk penyampaian pendapat tetap mematuhi regulasi penggunaan ruang publik demi kenyamanan masyarakat umum. Di sisi lain, koordinator aksi menyatakan akan tetap mengawal agenda evaluasi kinerja tersebut hingga tanggal 13 Mei mendatang.

Posting Komentar