TANDAGLOBALNEWS | GROBOGAN – Kabar duka kembali menyelimuti warga Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon. Korban jiwa dalam kecelakaan maut antara mobil Toyota Avanza dengan KA Argo Bromo Anggrek di perlintasan tanpa palang pintu di Dusun Sugihan, Desa Tuko, kini bertambah menjadi lima orang.
Satu korban tambahan atas nama Indah Setiyawati (27) dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat (1/5) malam saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka berat di bagian kepala dan dada.
Kronologi Kejadian: Mesin Mati di Tengah Rel
Peristiwa tragis ini bermula pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.52 WIB. Saat itu, sebuah mobil Toyota Avanza bernomor polisi H 1060 ZP yang mengangkut sembilan orang dalam satu keluarga sedang dalam perjalanan mengantar kerabat mereka menuju titik pemberangkatan jemaah calon haji di Purwodadi.
Berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah TKP awal, mobil tersebut merupakan kendaraan paling belakang dari iring-iringan rombongan. Saat melintasi rel ganda (double track) dari arah selatan, mobil tiba-tiba mengalami mati mesin tepat di tengah perlintasan.
Kondisi cuaca yang sedang berkabut tebal membuat jarak pandang masinis KA Argo Bromo Anggrek (relasi Gambir-Surabaya) menjadi sangat terbatas. Meski masinis telah berkali-kali membunyikan semboyan 35 (klakson lokomotif), benturan keras tidak terelakkan karena jarak yang sudah terlalu dekat.
Kondisi Pasca-Benturan
Hantaman lokomotif pada bagian samping kiri mobil membuat kendaraan tersebut terpental sejauh 20 meter dan terperosok ke area persawahan. Kondisi mobil terpantau ringsek parah dan nyaris tidak berbentuk.
Empat korban, termasuk seorang balita berusia 3 tahun, dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka benturan yang sangat parah. Empat penumpang lainnya masih menjalani perawatan medis di RSUD dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi dan RSI Sultan Agung.
Penanganan Kepolisian dan Imbauan KAI
Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait faktor penyebab utama mesin kendaraan mati saat berada di atas rel.
"Kami mengimbau kepada masyarakat, terutama saat melintasi perlintasan sebidang yang tidak dijaga, agar selalu mematuhi rambu-rambu. Berhenti sejenak, tengok kanan-kiri, dan pastikan tidak ada kereta yang melintas sebelum menyeberang," tegasnya.
Pihak KAI Daop 4 Semarang juga menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan mengingatkan pentingnya kewaspadaan ekstra di titik-titik perlintasan rawan, terutama pada jam-jam dini hari dengan visibilitas rendah.



Posting Komentar