BARCODE DIBLOKIR SERENTAK, RIBUAN SOPIR TRUK MENGAMUK, TUTUP JALAN DEPAN PERTAMINA SURABAYA

 




Tandaglobalnews SURABAYA – Sore ini, Rabu (29/4/2026), ribuan sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) menggelar demonstrasi besar-besaran di depan kantor PT Pertamina Surabaya. Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas pemblokiran barcode BBM subsidi secara sepihak dan serentak yang dilakukan dari pusat, sehingga melumpuhkan aktivitas mereka.
Koordinator GSJT, Angga Firdiansyah, menyebutkan bahwa sekitar 1.500 massa dengan membawa 900 unit truk turun ke jalan. Mereka berkumpul terlebih dahulu di Bundaran Waru sebelum bergerak menuju lokasi aksi dan memadati area depan kantor Pertamina.
Para sopir menuntut keadilan lantaran banyak dari mereka yang barcode-nya tiba-tiba dinonaktifkan tanpa pemberitahuan jelas, dengan alasan dugaan penyalahgunaan. Padahal, menurut mereka, banyak kasus anomali seperti kuota terpakai padahal tidak mengisi, atau riwayat pengisian di lokasi yang jauh saat mereka tidak berada di sana.
"Kami merasa diperlakukan tidak adil dan dicurigai sebagai penjahat. Barcode diblokir serentak, membuat truk mogok dan kami tidak bisa mencari nafkah. Ini menyengsarakan rakyat kecil," tegas Angga di lokasi.
Dalam aksi damai namun tegas ini, GSJT menyuarakan lima tuntutan utama:
  1. Cabut blokir barcode dan evaluasi sistem secara menyeluruh
  2. Hentikan kriminalisasi terhadap sopir truk
  3. Berantas pungli dan mafia BBM bersubsidi
  4. Perbaiki sistem data agar tidak terjadi kesalahan fatal
  5. Turunkan tarif tol demi kelancaran logistik
Hingga berita ini diturunkan, aksi demonstrasi masih berlangsung dengan tertib namun tetap tegas. Pihak kepolisian telah hadir di lokasi untuk mengamankan situasi dan mengatur arus lalu lintas. Sementara itu, hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak PT Pertamina terkait tuntutan para sopir tersebut.

#DemoSopirTruk #BlokirBarcode #Pertamina #SopirMengamuk #BeritaJatim #Surabaya #BbmSubsidi #GerakanSopirJatim #TuntutKeadilan #LogistikNasional

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama