Tandaglobalnews FLORES TIMUR, 27 April 2026 – Gunung
Lewotobi Laki-laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa
Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan
melakukan erupsi yang memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 1.000
meter di atas puncak gunung. Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 21 April 2026,
tepat pukul 17.35 WITA, dan tercatat jelas melalui pengamatan visual serta alat
pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi yang berlokasi di Desa
Pululera, Kecamatan Wulanggitang.
Menurut laporan resmi
dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kolom abu
yang dikeluarkan berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan teramati condong
bergerak ke arah barat. Erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo
maksimum mencapai 7,4 mm dan berlangsung selama sekitar 1 menit 56 detik.
Hingga saat ini, status aktivitas gunung api tersebut masih berada pada Level
II atau kategori "Waspada", yang menandakan adanya peningkatan
aktivitas namun belum mencapai tingkat bahaya tertinggi.
Akibat arah hembusan
angin dan penyebaran material vulkanik, dampak utama dari erupsi ini dirasakan
oleh masyarakat di Kecamatan Wulanggitang, yang merupakan wilayah terdekat
dengan puncak gunung. Wilayah ini mengalami hujan abu tipis hingga sedang yang
menutupi atap rumah, jalanan, tanaman, dan berbagai permukaan lainnya. Warga
setempat melaporkan bahwa udara menjadi agak keruh dan berbau belerang,
sehingga banyak dari mereka yang menggunakan masker atau kain penutup hidung
dan mulut untuk melindungi diri dari gangguan pernapasan.
Kondisi ini tentu
saja mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama bagi para petani
yang khawatir akan dampaknya terhadap tanaman pertanian mereka. Selain itu,
para orang tua juga diminta untuk menjaga anak-anak agar tidak bermain di luar
ruangan dan membatasi aktivitas fisik untuk menghindari paparan abu yang
berlebihan. Meskipun belum ada laporan kerusakan parah atau korban jiwa akibat
erupsi kali ini, ketidaknyamanan dan kekhawatiran tetap dirasakan oleh warga
yang sudah beberapa kali mengalami peristiwa serupa dalam beberapa tahun terakhir.
Pihak berwenang
melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah
mengeluarkan imbauan agar masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas
apa pun dalam radius 4 kilometer dari pusat kawah erupsi. Selain itu,
masyarakat juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi terjadinya
lahar hujan, terutama jika wilayah tersebut mengalami curah hujan yang tinggi,
serta memantau terus perkembangan informasi terbaru dari pihak berwenang.
Peningkatan aktivitas
vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki ini diduga berkaitan dengan adanya rangkaian
gempa tektonik yang terjadi sebelumnya, yang memicu pelepasan tekanan di dalam
sistem vulkanik. Meskipun erupsi kali ini tergolong dalam skala sedang, hal ini
menjadi pengingat bahwa gunung api ini masih dalam kondisi aktif dan perlu
terus dipantau dengan ketat untuk memastikan keselamatan seluruh masyarakat
yang tinggal di sekitar wilayah rawan bencana tersebut.
Sumber Berita:METRO TV
#tandaglobalnews#GunungLewotobi #LewotobiLakiLaki
#ErupsiGunungApi #AbuVulkanik #FloresTimur #NTT #BencanaAlam #WaspadaGunungApi
#KecamatanWulanggitang #BeritaHariIni #27April2026
.png)
Posting Komentar