TandaGlobalNews | Gresik, 6 Mei 2026 – Jalan Raya Duduksampeyan yang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur rawan kecelakaan di wilayah Gresik kembali memakan korban jiwa. Sebuah insiden fatal terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026 sekitar pukul 08.30 WIB di wilayah Desa Samirplapan, Kecamatan Duduksampeyan, yang mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian.
Korban diidentifikasi sebagai Izzax Al Faridzi, berusia 28 tahun, yang merupakan warga Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampeyan. Ia diketahui sedang melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor jenis Honda GL saat kejadian berlangsung.
Menurut keterangan saksi dan hasil pemeriksaan awal di lokasi, kejadian bermula ketika korban melaju dari arah timur menuju barat dengan kecepatan yang dinilai sedang. Namun, diduga karena kurang konsentrasi atau terganggu saat berkendara, korban tidak menyadari adanya sebuah truk tronton yang sedang diparkir di tepi jalan tepat di depannya.
Tanpa sempat melakukan pengereman mendadak atau melakukan manuver menghindar, sepeda motor yang dikendarai korban menabrak bagian belakang truk tersebut dengan benturan yang sangat keras. Dampak benturan begitu kuat sehingga menyebabkan korban terlempar dari kendaraan dan mengalami luka parah yang fatal, terutama di bagian kepala dan tubuh.
Tim medis yang datang ke lokasi langsung melakukan pertolongan pertama, namun kondisi korban dinyatakan sudah sangat kritis. Nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) segera setelah kejadian.
Setelah kejadian, petugas kepolisian dari Satlantas Polres Gresik dan tim medis segera datang ke lokasi untuk melakukan penanganan. Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina Gresik untuk proses identifikasi dan penanganan selanjutnya sebelum diserahkan kepada keluarga.
Sementara itu, petugas kepolisian juga melakukan pengamanan lokasi dan pengumpulan bukti-bukti untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Menurut penjelasan resmi dari Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik, Iptu Achmad Andri Aswoko, faktor kurangnya konsentrasi pengendara menjadi dugaan utama penyebab terjadinya kecelakaan ini.
"Korban melaju dengan kecepatan sedang, namun diduga tidak fokus sehingga tidak melihat adanya truk yang parkir di depannya. Benturan yang terjadi sangat keras dan menyebabkan luka fatal," ujar Iptu Achmad Andri Aswoko.
Selain faktor pengendara, kondisi jalan yang sering dilalui oleh kendaraan besar serta kebiasaan beberapa pengemudi truk yang memarkir kendaraannya di badan jalan juga menjadi faktor risiko yang memperparah situasi dan meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan di jalur tersebut.
Pihak kepolisian melalui Iptu Achmad Andri Aswoko mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya yang melintas di Jalan Raya Duduksampeyan dan jalur-jalur rawan lainnya, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan fokus saat berkendara.
"Kami mengimbau agar pengendara selalu menjaga kecepatan yang aman, mematuhi rambu lalu lintas, dan tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu konsentrasi saat mengemudi. Selain itu, kami juga berharap adanya penertiban terhadap kendaraan yang parkir sembarangan di badan jalan demi keselamatan bersama," tambahnya.
Kecelakaan ini kembali menjadi peringatan keras akan pentingnya kesadaran akan keselamatan berkendara dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, terutama di area-area yang memiliki tingkat risiko kecelakaan yang tinggi.
SUMBER: Keterangan resmi dari Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik, Iptu Achmad Andri Aswoko & Laporan kejadian serta dokumentasi dari media lokal GresikNews
#tandaglobalnews #KecelakaanMaut #MotorTabrakTruk #Duduksampeyan #Gresik #JalanRayaDuduksampeyan #KeselamatanBerkendara #LaluLintasGresik #BeritaGresik #KecelakaanLaluLintas

Posting Komentar