TRAGIS! Santri 15 Tahun Tewas Gantung Diri di Belakang Ponpes Gresik, Diduga Malu Usai Ditegur Pengasuh


TandaGlobalNews | GRESIK, Rabu (6/5/2026) – Sebuah peristiwa memilukan dan mengejutkan terjadi di kawasan Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Seorang remaja berusia 15 tahun yang merupakan santri di salah satu pondok pesantren ditemukan meninggal dunia dalam keadaan diduga kuat melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri.

Korban diketahui berinisial RAS (15), warga asal Kecamatan Gubeng, Surabaya. Ia merupakan siswa kelas 3 SMP yang sudah menempuh pendidikan dan tinggal di pondok pesantren tersebut selama kurang lebih tiga tahun.

Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh warga sekitar dan teman-temannya pada Rabu sore, tepatnya sekitar pukul 17.30 WIB.

Lokasi kejadian berada di area belakang kompleks pondok pesantren, tepatnya di sekitar Dusun Glombok Wetan, Desa Mojowuku, Kecamatan Kedamean. Saat ditemukan, tubuh korban sudah tidak bernyawa dan tergantung di sebuah pohon besar menggunakan tali tampar plastik berwarna biru.

"Ada santri bunuh diri di belakang pondok. Ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB," ujar Ahmad, salah satu warga sekitar yang mendengar kabar tersebut.

Berdasarkan keterangan resmi dari pihak kepolisian dan saksi mata, terungkap kronologi yang menyedihkan di balik aksi nekat remaja malang ini.

Kejadian bermula ketika korban kedapatan mengambil dan menggunakan laptop milik pondok pesantren yang seharusnya disimpan di ruang laboratorium. Korban diketahui menggunakan perangkat tersebut di area mushola, yang dinilai tidak sesuai tempat dan aturan yang berlaku.

Hal ini kemudian diketahui oleh pengasuh pondok. Korban pun ditegur secara keras karena dianggap melanggar aturan dan menggunakan barang milik lembaga tanpa izin yang jelas.

Mendapat teguran keras tersebut, RAS tampak sangat terpukul, merasa bersalah, dan malu. Ia kemudian mendatangi temannya yang berinisial MRR (14) untuk mencurahkan isi hati.

Dalam percakapan itu, korban sempat mengungkapkan keinginannya untuk mengakhiri hidup karena merasa sangat malu atas perbuatannya. Namun sayangnya, ucapan tersebut dianggap hanya sebagai gurauan atau luapan emosi sesaat oleh temannya, sehingga tidak dianggap serius.

Tidak lama setelah percakapan itu, saksi mata melihat korban berjalan menuju gudang dan mengambil seutas tali tampar. Ia kemudian berjalan sendirian menuju arah pekarangan belakang pondok yang sepi.

Waktu berlalu, teman-teman dan pengurus pondok mulai merasa cemas karena RAS tidak kunjung kembali ke asrama hingga pukul 16.30 WIB. Merasa ada yang tidak beres, mereka pun melakukan pencarian.

Upaya pencarian membuahkan hasil yang menyedihkan. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, tergantung di dahan pohon menggunakan tali yang dibawanya tadi.

Kapolsek Kedamean, Iptu Ekwan Hudin, saat dikonfirmasi membenarkan seluruh rangkaian peristiwa tersebut. Pihaknya langsung mendatangi lokasi bersama tim Identifikasi dan Inafis Polres Gresik untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Anggota masih di lokasi kejadian untuk mengumpulkan keterangan dari para saksi," kata Iptu Ekwan saat konfirmasi awal.

"Dari hasil penyelidikan tim Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik di tubuh korban. Jadi dugaan kuat memang murni bunuh diri," tegasnya.

Barang bukti berupa tali tampar yang digunakan korban sudah diamankan oleh pihak kepolisian untuk kepentingan proses penyelidikan lebih lanjut.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dan psikologis anak-anak serta remaja, terutama yang tinggal jauh dari orang tua di lingkungan pesantren atau asrama.

Rasa malu, tekanan batin, atau masalah kecil yang tidak disikapi dengan baik bisa berujung pada keputusan fatal yang merenggut nyawa di usia muda.

Sampai berita ini diturunkan, jenazah korban sudah dievakuasi dan proses administrasi serta pemakaman sedang diproses dengan melibatkan keluarga korban yang berasal dari Surabaya.

Sumber: detikJatim, Memorandum.id, Asatunews

#tandaglobalnews #Gresik #Kedamean #Tragedi #Santri #BunuhDiri #Ponpes #Surabaya #BeritaJatim #PolsekKedamean

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama