TandaGlobalNews | BLITAR, Jumat 1 Mei 2026 – Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun, Tohari, menyatakan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan atas insiden tabrakan antara Kereta Api (KA) Commuterline Dhoho dengan truk bermuatan pasir kepada pihak kepolisian.
Hal ini disampaikan Tohari sebagai respons terhadap hasil penyelidikan sementara yang diungkapkan polisi, yang menyebutkan bahwa truk besar tersebut justru sudah masuk ke area rel sebelum sirene peringatan berbunyi. Pernyataan ini sedikit berbeda dengan informasi awal yang disampaikan pihak KAI.
Sebagaimana diketahui, insiden naas tersebut terjadi pada Selasa malam, 28 April 2026, sekitar pukul 21.35 WIB. Lokasi kejadian berada tepat di pelintasan sebidang Jalan Imam Bonjol, Kota Blitar, Jawa Timur.
Dalam kejadian itu, sebuah truk bermuatan pasir yang sedang melintas tertabrak keras oleh KA Commuterline Dhoho. Beruntung dalam insiden ini tidak ada korban jiwa yang meninggal dunia. Namun, dampaknya cukup signifikan. Kabin truk ringsek parah dan roda depannya terlepas, sementara lokomotif kereta api juga mengalami kerusakan. Akibat kejadian ini, perjalanan kereta sempat tertunda atau delay selama kurang lebih 138 menit.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Tohari menyoroti hasil sementara yang disampaikan oleh Polres Blitar Kota. Menurut polisi, truk dengan nomor polisi DA 1898 TI yang dikemudikan Andung Guritno (39 tahun) itu dinilai tidak melanggar rambu.
"Jadi, truk tidak melanggar rambu peringatan yang ada di pelintasan karena sirene belum berbunyi," ujar Kepala Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Blitar Kota, Ipda Suratno, sebelumnya.
Mekanisme di pelintasan sebidang memang diatur sedemikian rupa, di mana sirene akan dibunyikan beberapa detik sebelum petugas menekan tombol untuk menurunkan palang pintu.
Namun, keterangan ini berbeda dengan pernyataan awal dari pihak KAI yang sempat menduga truk memaksa masuk saat sirene sudah berbunyi. Menanggapi hal ini, Tohari pun melakukan klarifikasi.
"Sekaligus mengoreksi pernyataan kami sebelumnya tentang truk diduga masuk area pelintasan setelah sirene berbunyi," ujar Tohari.
Ia juga menyoroti satu hal yang menjadi pertanyaan besar, yaitu mengapa truk tersebut bisa mati mendadak tepat saat bagian kabin atau kepala truk sudah berada tepat di atas jalur rel, sehingga tidak bisa bergerak maju maupun mundur saat kereta datang.
Mengingat adanya perbedaan kronologi dan fakta di lapangan, Tohari menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi lebih jauh.
"Penyelidikan atas insiden ini tengah dilakukan pihak kepolisian sebagai pihak yang berwenang. Kami dari KAI menyerahkan seluruh prosesnya pada kepolisian," tegas Tohari.
"Maka sekali lagi kami tegaskan, kami menyerahkan sepenuhnya masalah ini ke pihak kepolisian guna mengungkap kronologi hingga penyebab terjadinya insiden tersebut," tambahnya.
Insiden ini juga menjadi perhatian khusus karena terjadi hanya berselang beberapa hari setelah tragedi kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di daerah lain yang mengakibatkan banyak korban jiwa.
Bahkan, tim penyidik dari Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur yang dipimpin langsung oleh Kasubdit Gakkum, AKBP Septa Firmansyah, pun turun tangan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Blitar pada Rabu, 29 April 2026. Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus ini untuk mendapatkan kesimpulan yang akurat.
Terlepas dari hasil penyelidikan nantinya, Tohari mengingatkan kembali tentang aturan keselamatan di perlintasan sebidang. Ia menekankan bahwa rambu, sirene, dan palang pintu hanyalah alat bantu.
"Pengguna jalan yang hendak melintas perlintasan sebidang wajib mengedepankan kehati-hatian dan mengutamakan perjalanan kereta api," pungkasnya.
Para pelaku jalan raya diminta untuk selalu waspada, memperlambat kendaraan, dan memastikan kondisi aman sebelum melintasi rel kereta api demi keselamatan bersama.
Sumber: kompas,GresikSumpek.id
#tandaglobalnews#gresiksumpek #blitar #news #KecelakaanKeretaApi #KADhoho #TabrakanBlitar #PTKAI #PelintasanSebidang #Jatim #BeritaJatim

Posting Komentar