![]() |
| Tubuh Korban A (30) ditemukan di hilir wilayah purwoasri (Foto/BPBD Kota Kediri) |
TANDAGLOBALNEWS | KEDIRI – Upaya pencarian intensif yang dilakukan tim SAR gabungan terhadap korban tenggelam di Sungai Brantas akhirnya membuahkan hasil. Korban berinisial A (30), warga Desa Kerep, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Kecamatan Purwoasri, setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat momentum persiapan pladu atau penggelontoran air bendungan.
Jasad A ditemukan setelah dilakukan penyisiran selama beberapa hari oleh tim gabungan. Titik penemuan berada cukup jauh dari lokasi awal korban dilaporkan hilang, yakni di sekitar Jembatan Lama Kota Kediri. Arus sungai yang kuat selama proses penggelontoran air diduga membawa tubuh korban hingga jauh ke arah hilir di wilayah Purwoasri.
Saksi mata di lokasi melaporkan melihat benda mencurigakan mengapung di aliran sungai. Setelah dipastikan bahwa objek tersebut adalah jasad manusia, warga segera melapor ke petugas yang siaga di posko pencarian terdekat.
Komandan Tim Basarnas, Yoni Fariza, mengonfirmasi bahwa setelah menerima laporan dari warga, tim rescue langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
"Kondisi korban saat ditemukan sudah meninggal dunia. Tim langsung mengevakuasi jasad dari tengah sungai menggunakan perahu karet dan membawanya ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi lebih lanjut," ujar Yoni Fariza.
Berdasarkan hasil pencocokan ciri fisik dan keterangan pihak keluarga, dipastikan bahwa jasad tersebut adalah saudara A yang hilang terseret arus beberapa waktu lalu.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi warga di sepanjang bantaran Sungai Brantas. Fenomena pladu memang sering dimanfaatkan masyarakat untuk mencari ikan, namun kenaikan debit air dan perubahan arus yang ekstrem sangat membahayakan keselamatan.
Pihak berwenang kembali menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak beraktivitas terlalu dekat dengan aliran utama sungai, terutama saat kondisi debit air sedang tinggi atau selama proses pemeliharaan bendungan berlangsung.
Jenazah korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Kerep, Tarokan, untuk segera dimakamkan.
Editor: Tanda Global News

Posting Komentar