GUGUR PAHLAWAN! Brigadir Arya Supena Naik Pangkat Jadi Bripka Anumerta, Tewas Ditembak Begal Saat Gagalkan Pencurian Motor


TandaGlobalNews | BANDAR LAMPUNG, Senin (11/05/26) – Institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memberikan penghormatan tertinggi atas pengabdian seorang anggotanya yang gugur saat menjalankan tugas. Brigadir Arya Supena, anggota Direktorat Intelijen Keamanan Negara (Dit Intelkam) Polda Lampung, secara resmi dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi menjadi Brigadir Polisi Kepala (Bripka) secara anumerta. Kenaikan pangkat luar biasa ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberaniannya menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor hingga harus mengorbankan nyawanya.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Pol Jhonny Eddizon Isir, membenarkan pemberian penghargaan tersebut saat dikonfirmasi awak media, Senin (11/5/2026). Ia menegaskan keputusan ini sudah final dan merupakan kehormatan tertinggi yang diberikan negara dan institusi bagi anggota yang gugur di jalan tugas.

"Benar telah dinaikkan pangkat melalui mekanisme Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) secara anumerta. Ini adalah bentuk penghargaan dan penghormatan tertinggi dari institusi Polri atas dedikasi, pengabdian, dan keberanian almarhum yang gugur saat melaksanakan tugas negara demi melindungi masyarakat," tegas Irjen Jhonny Eddizon Isir, dikutip dari Kompas.com.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo juga telah menyampaikan arahan dan janji akan memberikan penghargaan istimewa ini tak lama setelah mendengar kabar duka kepergian Brigadir Arya. Saat dikonfirmasi pada Minggu (10/5/2026), Jenderal Sigit menegaskan bahwa langkah ini adalah kewajiban institusi untuk menghargai pengorbanan nyawa yang telah diberikan anggotanya.

"Saya sudah minta agar segera diproses dan diberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa bagi almarhum. Hal ini mutlak dilakukan sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan tertinggi dari institusi Polri, karena beliau telah mengabdi hingga titik darah penghabisan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Sabtu pagi, 9 Mei 2026, sekitar pukul 05.30 WIB, tepatnya di halaman depan Toko Yussy Akmal, Jalan ZA Pagar Alam, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung. Saat itu, Brigadir Arya Supena (32 tahun) sedang melintas di lokasi dalam keadaan bertugas.

Dari keterangan Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari, saat melintas, mata tajam Arya menangkap gerak-gerik dua orang pria yang berperilaku sangat mencurigakan. Kedua orang itu terlihat sedang berusaha merusak kunci setang satu unit sepeda motor jenis Honda Beat berwarna biru putih bernomor polisi BE 2826 NBM milik warga bernama Nur Mahmudah, yang terparkir rapi di pinggir jalan.

Tanpa ragu sedikit pun, Brigadir Arya langsung menghentikan kendaraannya dan turun untuk menegur serta menggagalkan aksi pencurian yang sedang berlangsung tersebut. Niat baiknya untuk melindungi harta benda warga justru berakhir dengan maut.

"Saat ditegur dan didekati almarhum, bukannya takut atau lari, salah satu pelaku justru dengan berani mengeluarkan senjata api dan langsung melepaskan tembakan ke arah Brigadir Arya dari jarak yang sangat dekat," ungkap Kombes Yuni.

Peluru yang ditembakkan pelaku melesat tepat mengenai kepala bagian kanan Brigadir Arya dan menembus hingga ke sisi kiri kepala. Meski telah terluka parah, rekaman CCTV berdurasi 1 menit 42 detik yang terpasang di lokasi merekam perlawanan hebat yang dilakukan Arya. Terlihat dalam rekaman, almarhum sempat terlibat perkelahian dan perdebatan fisik sengit dengan kedua pelaku demi menahan mereka agar tidak kabur, sebelum akhirnya ia tak berdaya dan tersungkur ke aspal akibat luka yang dideritanya.

Setelah berhasil melumpuhkan Arya, kedua pelaku pencuri itu langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor mereka sendiri. Saat kabur, mereka juga sempat menodongkan senjata api ke arah seorang petugas kebersihan yang ada di dekat lokasi, demi membuka jalan dan mengancam agar tidak ada yang berani mengejar atau menghalangi langkah mereka.

Warga sekitar yang mendengar suara tembakan dan melihat kejadian itu segera berdatangan memberikan pertolongan pertama dan melaporkan kejadian ke pihak berwenang. Brigadir Arya dengan sigap langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk mendapatkan penanganan medis darurat dan tindakan operasi.

Namun, luka tembak yang dialami Arya terlalu parah dan mengenai bagian vital tubuhnya. Setelah berjuang mempertahankan nyawa selama beberapa jam, tim medis akhirnya menyatakan Brigadir Arya Supena meninggal dunia. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga besarnya. Almarhum meninggalkan seorang istri tercinta bernama Jovita, serta dua orang anak yang masih berusia sangat kecil dan membutuhkan kasih sayang ayah mereka.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, langsung memimpin upacara penghormatan terakhir dan memimpin prosesi pemakaman kedinasan almarhum di kediaman keluarganya di Kota Metro, Lampung. Ia meneteskan air mata saat menyebut Arya sebagai sosok pemberani, pekerja keras, dan teladan bagi rekan-rekannya.

"Kehilangan Arya adalah kehilangan besar bagi kami semua. Beliau gugur di jalan tugas, melindungi warga dari kejahatan. Semangat dan keberaniannya harus menjadi contoh bagi seluruh anggota Polri. Kami berjanji akan menangkap pelaku ini secepatnya, tidak ada kata damai sebelum mereka bertanggung jawab di pengadilan," tegas Irjen Helfi.

Pasca kejadian, Polda Lampung telah membentuk tim khusus gabungan untuk memburu kedua pelaku berbahaya tersebut. Berdasarkan hasil identifikasi dari rekaman CCTV, keterangan saksi, dan jejak bukti di lokasi kejadian, polisi telah memiliki gambaran fisik serta ciri-ciri kendaraan yang digunakan pelaku.

Kombes Yuni menambahkan, senjata api yang digunakan pelaku saat ini sedang diselidiki asal-usulnya, apakah senjata ilegal atau senjata curian. Polisi juga telah menyebar data identitas kedua buronan tersebut ke seluruh wilayah hukum di Indonesia agar pelaku tidak bisa bersembunyi di mana pun.

Sementara itu, penghargaan berupa kenaikan pangkat anumerta menjadi Bripka dianggap sangat pantas dan layak diberikan. Secara kedinasan, kenaikan pangkat ini juga memberikan hak dan perlindungan jaminan sosial yang lebih baik bagi istri dan anak-anak almarhum selaku ahli waris.

"Kenaikan pangkat ini bukan sekadar gelar, melainkan bukti nyata bahwa negara tidak melupakan pengorbanan putra terbaiknya. Seluruh hak pensiun, tunjangan, dan fasilitas akan disesuaikan dengan pangkat baru tersebut demi masa depan keluarga yang ditinggalkan," pungkas Irjen Jhonny Eddizon Isir.

Kisah keberanian Bripka Anumerta Arya Supena kini menjadi inspirasi sekaligus peringatan bagi masyarakat luas, bahwa di balik rasa aman yang kita rasakan, ada aparat yang siap berkorban nyawa demi menjaga ketertiban dan keamanan di tengah masyarakat.

Sumber: Kompas.com, Media Polri, RRI, Detikcom

#tandaglobalnews #PahlawanPolri #BripkaAryaSupena #GugurDiJalanTugas #Polri #KenaikanPangkatAnumerta #PoldaLampung #Curanmor #KeberanianTanpaBatas #BeritaNasional #PenegakanHukum

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama