Gelombang PHK di Serang Masih Terjadi, Sektor Pembiayaan Paling Banyak Berkurang Karyawan




Tandaglobalnews SERANG – Kondisi ketenagakerjaan di Kota Serang masih memprihatinkan. Sepanjang tahun 2025 hingga April 2026, tercatat sebanyak 196 pekerja harus kehilangan pekerjaan atau terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Data dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang menunjukkan, pada tahun 2025 lalu terdapat 132 orang yang di-PHK. Angka ini bertambah kembali sebanyak 32 orang pada periode Januari hingga April 2026.

Kepala Disnakertrans Kota Serang, Moch Poppy Nopriadi, menyebutkan bahwa sektor pembiayaan (finance) menjadi yang paling terdampak secara signifikan. Hanya dalam empat bulan pertama tahun ini, sektor ini mencatat 24 kasus PHK, disusul sektor logistik sebanyak 5 orang.
“Alasannya masih sama, yaitu efisiensi perusahaan. Beberapa juga terkait sistem outsourcing,” ujar Poppy saat ditemui pada peringatan May Day 2026 di GOR Stadion Ciceri, Minggu (3/5/2026).

Selain finance dan logistik, sektor yang juga mengalami pemutusan kerja meliputi perbankan, distributor, real estate, ritel, hingga konstruksi. Kondisi ini mencerminkan tekanan ekonomi yang dialami perusahaan, terutama yang berbasis pada konsumsi dan daya beli masyarakat yang masih belum stabil, sehingga langkah efisiensi menjadi pilihan utama yang berdampak pada pengurangan tenaga kerja.

#PHK #Serang #Ketenagakerjaan #Ekonomi #BeritaSerang #MayDay #Pekerja #tandaglobalnews

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama