TandaGlobalNews
NEW DELHI – Sebuah insiden memilukan dan mengejutkan viral di media
sosial India. Seorang pria nekat membawa kerangka jenazah saudara perempuannya
ke sebuah bank di negara bagian Odisha, India Timur, pada hari Senin lalu.
Tindakan nekat ini dilakukan karena ia merasa dipersulit
oleh birokrasi perbankan saat ingin menarik uang tabungan mendiang adiknya.
Kasus ini memicu kemarahan besar publik karena dianggap sebagai bukti sistem
yang kaku dan tidak berpihak pada kemanusiaan.
Menurut laporan yang beredar, pria tersebut kesulitan
membuktikan status kematian saudaranya agar bisa mengakses dana yang tersisa.
Akhirnya, ia membawa jenazah yang sudah tinggal tulang beluluk itu sebagai
"bukti fisik" yang nyata.
Insiden ini sontak menjadi sorotan nasional. Pihak bank
induk milik negara akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi. Mereka
membantah menuntut kehadiran fisik jenazah, dan menyatakan bahwa prosedur yang
diminta hanyalah dokumen-dokumen sah sesuai aturan.
Meski demikian, bank tersebut mengaku telah menyelesaikan
proses klaim sebesar USD 204 dan menyerahkan uang tersebut kepada tiga ahli
waris yang sah.
Menteri Pendapatan Negara Bagian Odisha, Suresh Pujari,
menilai kejadian ini sangat memalukan. Ia menegaskan bahwa yang terjadi adalah
"kurangnya pendekatan kemanusiaan" dari pihak petugas.
Pemerintah negara bagian pun berjanji akan melakukan
tindakan tegas terhadap pejabat atau karyawan bank yang terlibat dalam
penyulitan proses ini.
Sikap keras juga datang dari partai oposisi. Anggota
parlemen, Manas Ranjan, mengecam insiden tersebut sebagai tindakan yang sangat
tidak sensitif. Ia mendesak Menteri Keuangan Federal, Nirmala Sitharaman, untuk
segera mereformasi dan menyederhanakan prosedur perbankan agar hal serupa tidak
terulang lagi.
Kemarahan memuncak di media sosial. Banyak warganet yang
menyoroti ironi sistem birokrasi di India.
"Ketika aturan dilanggar untuk korupsi, berkas-berkas
diproses dengan sangat cepat. Tetapi ketika kaum miskin membutuhkan martabat,
belas kasihan, dan akal sehat, sistem justru menjadi sangat kaku dan
lambat," tulis seorang pengguna di platform X.
Netizen lainnya menambahkan, insiden ini bukan sekadar
masalah administrasi, melainkan cerminan gagalnya tata kelola dan hilangnya
rasa empati dalam institusi.
"Ini menunjukkan bukan hanya kurangnya kesadaran,
tetapi juga kegagalan pemahaman dasar tentang kemanusiaan dalam sistem,"
imbuh pengguna lain.
Kasus ini kini menjadi bahan perbincangan nasional dan
menekan pemerintah untuk segera melakukan perbaikan sistem agar pelayanan
publik lebih manusiawi.
Sumber Berita: SindoNews
#BeritaDunia #India #Birokrasi
#Bank #Viral #Kemanusiaan #Odisha

Posting Komentar