Strategis Sebagai Gerbang Indonesia Timur, TNI AU Akan Bangun Skuadron Pesawat Tempur di Sultra

 


TandaGlobalnews KENDARI – Dalam upaya memperkuat pertahanan udara nasional dan melakukan modernisasi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) resmi merencanakan penempatan skuadron pesawat tempur di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Langkah besar ini diambil untuk menjaga kedaulatan wilayah udara, khususnya di bagian timur Indonesia.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI M. Tonny Harjono, membenarkan rencana strategis tersebut saat ditemui di Kendari, Senin. Ia menjelaskan bahwa pusat kekuatan udara tersebut rencananya akan dipusatkan di Pangkalan Udara (Lanud) Haluoleo.

Sultra Dipilih karena Posisi Sangat Strategis

Pemilihan wilayah Sulawesi Tenggara sebagai basis pertahanan udara bukan tanpa alasan. Menurut Marsekal Tonny, letak geografis Sultra memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi pertahanan negara.

"Kami memilih wilayah Sultra karena posisinya sangat strategis bagi Angkatan Udara, yang dapat diibaratkan sebagai gerbang menuju wilayah Indonesia Timur," ujar KSAU usai menghadiri kegiatan Semarak Dirgantara di eks MTQ Kendari.

Dengan adanya pangkalan kekuatan udara di titik ini, jangkauan pengawasan dan pertahanan wilayah udara RI di bagian timur akan menjadi jauh lebih efektif dan maksimal dalam menjaga keutuhan NKRI.

Tahap Persiapan dan Jenis Pesawat

Lebih lanjut, Tonny Harjono menjelaskan bahwa saat ini rencana megah tersebut masih dalam tahap persiapan dan pembahasan mendalam. Pihaknya sedang mengkaji secara detail berbagai aspek teknis, termasuk spesifikasi jenis pesawat tempur berteknologi terbaru yang nantinya akan disiagakan di sana.

Tidak hanya soal alutsista, pengembangan kekuatan juga mencakup aspek pendukung lainnya. TNI AU berencana memperkuat satuan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) serta menambah jumlah personel secara signifikan di wilayah Sulawesi Tenggara untuk mendukung operasional satuan baru tersebut.

Salah satu poin penting yang disoroti KSAU adalah komitmen untuk memberdayakan sumber daya manusia (SDM) lokal. Dalam pengembangan satuan ini, putra-putri terbaik asal Sulawesi Tenggara akan diberikan prioritas untuk bergabung menjadi prajurit TNI AU.

"Kami ingin ke depan satuan tempur semakin lengkap, personel bertambah, dan masyarakat lokal turut berperan aktif dalam pengabdian di TNI AU. Nantinya mereka juga akan diprioritaskan untuk mengabdi kembali di daerah asal," tegas Marsekal Tonny.

Hal ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara institusi militer dengan masyarakat setempat, sekaligus membuka peluang karier yang luas bagi generasi muda daerah.

Dukungan Penuh Gubernur Sultra

Rencana strategis ini mendapatkan sambutan positif dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, menyatakan bahwa kehadiran kekuatan TNI AU ini akan membawa dampak positif yang besar, tidak hanya dari sisi pertahanan tetapi juga pembangunan daerah.

Menurutnya, pengembangan fasilitas di Lanud Haluoleo ini sejalan dengan visi daerah untuk mendorong status pangkalan tersebut menjadi berskala internasional

"Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu membuka akses Sultra ke dunia luar, baik dari sisi pertahanan maupun transportasi udara," ungkap Andi Sumangerukka.

Ia menambahkan, kepercayaan pemerintah pusat untuk menempatkan kekuatan strategis di Sultra merupakan bukti pengakuan atas potensi besar daerah ini. Diharapkan, keberadaan skuadron tempur ini tidak hanya memperkokoh kedaulatan bangsa, tetapi juga memicu kemajuan di berbagai sektor strategis lainnya, seperti ekonomi, pariwisata, dan konektivitas.

Sumber Berita: ANTARAnews

#TNI AU #SulawesiTenggara #Kendari #LanudHaluoleo #Pertahanan #Alutsista #IndonesiaTimur #KSAU #BeritaNasional


Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama