Tandaglobalnews MALUKU, 27 April 2026 – Di tengah kemajuan teknologi dan pembangunan
infrastruktur yang semakin masif di berbagai wilayah Indonesia, ternyata masih
ada sudut negeri yang tertinggal dan belum tersentuh oleh listrik. Hal
menyedihkan ini dialami oleh warga dan anak-anak sekolah di Desa Huku, yang
hingga saat ini masih hidup dalam keterbatasan dan kegelapan setiap malam.
Kondisi ini sangat memprihatinkan, terutama bagi para pelajar yang harus
berjuang keras demi mengeyam pendidikan meski tanpa penerangan yang layak.
Setiap sore hingga malam hari, satu-satunya
sumber cahaya yang menerangi rumah-rumah warga dan tempat belajar anak-anak
hanyalah lampu minyak tanah atau obor buatan sendiri. Tidak ada lampu listrik
yang menerangi ruang belajar, tidak ada penerangan jalan, dan tentu saja tidak
ada akses untuk menggunakan alat elektronik pendukung belajar seperti laptop,
komputer, maupun mengisi daya gadget. Para siswa terpaksa harus duduk melingkar
atau berdekatan dengan sumber api kecil dari lampu minyak tersebut, memicingkan
mata agar bisa membaca buku tulis dan menghafal pelajaran di tengah asap yang
mengepul dan cahaya yang sangat minim.
Situasi ini tentu saja sangat mengkhawatirkan
dan menghambat proses belajar mengajar. Selain kualitas penglihatan yang bisa
terganggu karena memaksakan mata membaca di tempat remang-remang, asap dari
pembakaran minyak tanah juga berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan
anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Selain itu, keterbatasan waktu
belajar juga menjadi masalah besar, karena mereka harus berpacu dengan habisnya
bahan bakar minyak dan kondisi fisik yang mulai lelah, berbeda dengan anak-anak
di kota yang bisa belajar hingga larut malam dengan nyaman.
Kondisi Desa Huku yang belum mendapatkan
aliran listrik ini disebabkan oleh letak geografis wilayah yang dianggap cukup
terpencil dan sulit dijangkau oleh jaringan instalasi listrik utama, baik dari
PLN maupun sumber energi terbarukan lainnya. Warga mengaku sudah bertahun-tahun
hidup seperti ini dan berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah
maupun pusat agar desa mereka bisa segera dialiri listrik demi masa depan
anak-anak yang lebih cerah. Akses listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi
juga soal hak dasar dan kesetaraan dalam mendapatkan pendidikan yang layak
serta kualitas hidup yang lebih baik.
Harapan besar kini disematkan agar adanya
langkah cepat dan nyata untuk merealisasikan program elektrifikasi di desa ini.
Anak-anak Desa Huku juga berhak mendapatkan kesempatan yang sama seperti
anak-anak lainnya di Indonesia untuk belajar dengan nyaman, cerah, dan penuh
semangat tanpa harus bergantung pada cahaya redup dari lampu minyak.

Posting Komentar