TandaGlobalnews
JAKARTA – Pasukan Garuda Kontingen Indonesia di bawah bendera United
Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menggelar upacara penghormatan
terakhir bagi Praka Rico Pramudia (31). Prajurit TNI tersebut gugur setelah
sempat dirawat intensif akibat luka berat yang dideritanya dari ledakan
proyektil di wilayah tugasnya.
Upacara penghormatan digelar di Bandara Beirut, Lebanon, dan
dipimpin langsung oleh Kepala Misi dan Komandan Pasukan UNIFIL, Mayor Jenderal
Diodato Abagnara. Dalam sambutannya, Mayjen Abagnara mengenang pengabdian luar
biasa Praka Rico sebagai penjaga perdamaian dunia.
"Anda datang ke sini, jauh dari rumah, untuk mengabdi
di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk membawa perdamaian ke negeri
ini, dan di sini, di Lebanon selatan, Anda memberikan segalanya," ujar
Mayjen Diodato Abagnara dalam keterangannya, Senin (27/4/2026).
"Anda memberikan semua yang Anda miliki untuk
perdamaian di negeri ini. Dan untuk ini, Anda mendapatkan semua rasa hormat
kami," tambahnya.
Komandan UNIFIL juga menegaskan komitmen pasukan untuk
meneruskan misi yang telah ditinggalkan.
"Sebagai prajurit, sebagai penjaga perdamaian, kami
meneruskan misi Anda; kami akan tetap teguh; kami akan tetap bersatu; kami akan
tetap waspada. Beginilah cara kami menghormati Anda. Tempat Anda tetap bersama
kami, dalam tindakan kami, dalam komitmen kami, dalam rasa tanggung jawab
kami," tegasnya.
Praka Rico Pramudia meninggalkan seorang istri dan seorang
putra kecil. Ia baru tiba di Lebanon pada April tahun lalu untuk melaksanakan
misi perdamaian pertamanya di luar negeri.
Upacara penghormatan tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar
Indonesia untuk Lebanon, Dicky Komar, perwakilan Kementerian Pertahanan
Nasional Lebanon dan Angkatan Darat Lebanon Brigadir Jenderal Maroun Azzi,
serta Komandan Satgas Kontingen Indonesia, Kolonel Allan Surya Lesmana.
UNIFIL menegaskan bahwa segala bentuk serangan terhadap
pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter
internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701, serta dapat dikategorikan
sebagai kejahatan perang. Pihaknya menuntut agar insiden ini diselidiki dan
pihak bertanggung jawab diadili.
Perlu diketahui, Praka Rico merupakan prajurit TNI keempat
yang gugur dalam kurun waktu kurang dari sebulan akibat serangan di wilayah
Lebanon Selatan.
Praka Rico sempat dirawat di RS St. George Beirut setelah
terluka parah akibat ledakan proyektil di pangkalannya di Adchit Al Qusayr pada
Minggu malam, 29 Maret 2026. Serangan yang diduga berasal dari serangan militer
Israel itu juga mengakibatkan gugurnya Praka Farizal Rhomadhon serta melukai
dua rekannya, Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan.
Kehilangan berturut-turut terjadi sehari kemudian, 30 Maret
2026, ketika ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di Bani Hayyan yang
merengut nyawa Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan,
serta melukai dua prajurit lainnya.
Daftar Prajurit TNI Gugur:
1. Praka Farizal Rhomadhon
2. Praka Rico Pramudia
3. Kapten Inf Zulmi Aditya
Iskandar
4. Sertu Muhammad Nur Ikhwan
Daftar Prajurit TNI Luka-Luka:
1. Praka Bayu Prakoso
2. Praka Arif Kurniawan
3. 2 Prajurit lainnya akibat ledakan konvoi

Posting Komentar