Tragis! Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Dunia Usai Diduga Diperkosa

 


Tandaglobalnews ROKAN HILIR – Sebuah peristiwa mengerikan dan memilukan mengguncang masyarakat Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau. Seorang bocah perempuan berusia 4 tahun di wilayah Balai Jaya meninggal dunia setelah diduga menjadi korban kekerasan seksual atau pemerkosaan.

Kasus naas ini kini menjadi sorotan tajam dan tengah diselidiki secara mendalam oleh pihak kepolisian untuk mengungkap siapa pelaku yang bertanggung jawab.

Kapolres Rohil, AKBP Isa Imam Syahroni, membenarkan adanya kasus tersebut saat dikonfirmasi, Jumat (1/5/2026). Menurutnya, proses hukum saat ini masih berjalan dengan meminta keterangan sejumlah saksi.

"Benar, kasus tersebut masih dalam penyelidikan," ujar AKBP Isa singkat.

Diketahui, kronologi bermula ketika korban mengalami demam tinggi sejak hari Senin, 27 April 2026. Sang ibu awalnya membawa anaknya ke bidan terdekat untuk diperiksa.

Saat itu, bidan mendiagnosis korban hanya mengalami dehidrasi dan memberikan obat penurun panas serta sirup. Namun, setelah diminumkan obat, kondisi kesehatan bocah tersebut justru tidak kunjung membaik dan demamnya terus berlanjut.

Hingga hari Rabu, 29 April 2026, orang tua korban memutuskan membawa anaknya ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Di sana, korban langsung diinfus seharian karena kondisinya yang lemah.

Sore hingga malam harinya, saat orang tua hendak membersihkan tubuh anak dan mengganti popok di kamar mandi, mereka dibuat kaget dan syok setengah mati.

Terlihat jelas adanya darah segar yang keluar dari organ intim sang anak. Mengetahui hal aneh tersebut, mereka segera melaporkannya ke dokter jaga di Puskesmas tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh tim kesehatan di Puskesmas, ditemukan indikasi kuat adanya kekerasan fisik yang sangat parah.

"Dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas, kemaluan korban mengalami kekerasan akibat benda tumpul," jelas sumber yang mengetahui kondisi medis korban.

Mengetahui kondisi yang sangat mengkhawatirkan dan berbahaya, pihak Puskesmas segera menyarankan agar korban dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih besar dan memiliki peralatan lengkap, yaitu RS Awal Bros Bagan Batu.

Tanpa menunda waktu, orang tua segera membawa korban ke rumah sakit rujukan tersebut pada Kamis dini hari, 30 April 2026. Bocah malang itu kemudian langsung mendapatkan penanganan intensif.

Namun sayang, luka yang diderita dan kondisi tubuh korban ternyata sudah terlalu lemah. Berjuang seharian di rumah sakit, nyawa bocah tersebut tak dapat tertolong lagi.

Pada hari Jumat, 1 Mei 2026, sekitar pukul 03.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

Kepiluan keluarga semakin menjadi setelah mengetahui penyebab kematian anak mereka yang masih balita. Kasus ini kemudian dilaporkan secara resmi ke kantor polisi oleh pihak keluarga.

Hingga saat ini, kepolisian masih bekerja keras mengusut kasus ini. Mereka terus mendalami motif, modus operandi, serta mencari siapa pelaku yang telah melakukan kejahatan sadis terhadap anak di bawah umur tersebut agar bisa segera dijerat hukum.

 

Sumber Berita: detiknews

#Kriminal #RokanHilir #Pemerkosaan #KekerasanPadaAnak #BeritaDaerah #Riau

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama