Tandaglobalnews JOMBANG – Sebuah insiden penganiayaan berat terjadi di Dusun Purisemanding, Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, pada Kamis (30/4) malam. Dua orang mahasiswi bersaudara menjadi korban penusukan yang dilakukan oleh pacar sang kakak, diduga karena hubungan asmara mereka tidak mendapat restu.
Kedua korban yang mengalami luka serius adalah Sita Janatul Munawaroh (25) dan adiknya Zubaidah Septia Ningsih (21). Insiden berdarah ini terjadi sekitar pukul 23.30 WIB saat penghuni rumah sedang beristirahat.
Kapolsek Plandaan, AKP Sartono, saat dikonfirmasi pada Jumat (1/5/2026) memaparkan kronologi kejadian yang mengerikan tersebut. Kejadian bermula ketika ibu korban, Masripah, terbangun karena mendengar suara pintu belakang terbuka dan keributan yang berasal dari kamar putrinya, Sita.
"Saat diperiksa, pelaku didapati sedang mencekik Sita sambil menodongkan sebilah pisau bergagang kayu," ujar AKP Sartono.
Dalam amarahnya, pelaku berinisial AD (25), warga asal Kebumen, Jawa Tengah, tersebut nekat menikam Sita di bagian perut sebelah kiri. Melihat kakaknya diserang, Zubaidah yang berusaha menolong dan melerai juga menjadi sasaran. Ia mengalami dua luka tusuk di bagian paha kanan dan perut.
"Mendengar teriakan minta tolong, warga sekitar langsung berdatangan ke lokasi untuk melerai dan berhasil mengamankan pelaku beserta barang buktinya," imbuhnya.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera mengamankan pelaku untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Dari lokasi kejadian, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu bilah pisau, satu unit sepeda motor Honda Vario bernopol KT-4967-ZF milik pelaku, serta pakaian korban.
Hingga saat ini, kedua korban masih mendapatkan perawatan medis intensif dan telah dilakukan visum (Visum Et Repertum) untuk kepentingan proses hukum.
"Kami telah menerima laporan dugaan tindak pidana penganiayaan yang direncanakan. Pelaku masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang dan langsung menuju kamar salah satu korban," jelas AKP Sartono.
Diketahui, motif awal kejadian ini diduga kuat karena kekecewaan pelaku lantaran hubungannya dengan Sita tidak mendapat restu dari orang tua.
"Pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolsek Plandaan untuk proses penyidikan lebih lanjut. Kami masih memeriksa saksi-saksi guna mengungkap latar belakang kejadian ini secara tuntas," pungkasnya.

Posting Komentar