SMPN 2 Pare Berjaya di Festival Seni Sastra Siswa Nasional! Sabet 6 Kemenangan dari 8 Cabang Lomba

 

Kepala Sekolah SMPN 2 Pare, Ibu Niam Isbat Futhona
Foto : Maulana Rahmadha (TandaGlobalnews)

    TandaGlobalNews | KEDIRI,12 Mei 2026 – Sebuah kebanggaan besar kembali diukir oleh SMP Negeri 2 Pare. Dalam ajang bergengsi Festival Seni Sastra Siswa Nasional, sekolah tersebut berhasil membuktikan kualitasnya dengan torehan prestasi luar biasa: dari total 8 cabang lomba yang dipertandingkan, para siswa sukses memenangkan lomba dan membawa pulang kemenangan di 6 cabang sekaligus. Capaian ini menjadi bukti nyata keunggulan sekolah dalam menggali dan mengembangkan potensi siswa, baik di bidang seni, sastra, maupun bakat lainnya.

Kepala Sekolah SMPN 2 Pare, Ibu Niam Isbat Futhona, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya yang mendalam atas pencapaian gemilang tersebut. Menurutnya, hasil ini bukan sekadar kemenangan biasa, melainkan buah dari kerja keras, sinergi, dan komitmen seluruh warga sekolah dalam mendukung bakat anak-anak didiknya.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berbangga hati. Dalam Festival Seni Sastra Siswa Nasional tahun ini, dari 8 cabang lomba yang kami ikuti dan pertandingkan, SMPN 2 Pare berhasil meraih kemenangan di 6 di antaranya. Rinciannya adalah Juara 1 untuk kategori Pantomim dan Menulis Cerita. Kemudian Juara 2 diraih pada cabang Tari dan Gambar Ilustrasi. Tidak kalah membanggakan, Juara Harapan kami dapatkan dari cabang Musik Ensemble dan Mendongeng," jelas Ibu Niam Isbat Futhona saat memberikan keterangan resmi.

Menurut Ibu Niam, keberhasilan yang berulang kali dicapai oleh para siswa ini tidak datang secara kebetulan, melainkan ditopang oleh tiga pilar utama yang sangat kuat. Pilar pertama adalah karakter siswa itu sendiri. Siswa-siswi SMPN 2 Pare dikenal memiliki kedisiplinan yang sangat tinggi; mereka menjalani setiap sesi latihan yang berat dan melelahkan bukan dengan keterpaksaan, melainkan dengan hati yang senang, sukacita, dan semangat belajar yang tinggi.

Pilar kedua adalah peran guru. Bimbingan, arahan, dan pendampingan yang luar biasa dari bapak dan ibu guru pendamping menjadi fondasi utama yang mengasah bakat siswa hingga menjadi prestasi nyata. Sedangkan pilar ketiga, yang juga menjadi faktor kunci keberhasilan, adalah dukungan penuh dari orang tua murid. Kerja sama yang baik serta kesiapan orang tua dalam memfasilitasi segala kebutuhan pengembangan bakat anak menjadi pendorong utama agar siswa bisa berlatih dan bertanding dengan tenang dan maksimal.

"Ini adalah hasil kerja sama indah. Disiplin anak-anak, dedikasi guru, dan dukungan orang tua menyatu menjadi kekuatan besar yang membawa kami pada kemenangan-kemenangan ini," tambahnya.

SMPN 2 Pare dikenal memiliki kebijakan dan visi yang sangat jelas dalam mendidik siswa. Sekolah ini berkomitmen penuh untuk menyeimbangkan prestasi akademik dengan prestasi non-akademik, meliputi bidang seni maupun olahraga. Prinsip ini terbukti efektif, mengingat banyak siswa sekolah ini yang bahkan telah menorehkan nama harum hingga tingkat nasional.

Agar pengembangan bakat tidak mengorbankan pendidikan utama, sekolah menerapkan sistem dispensasi khusus. Bagi siswa yang memiliki bakat sangat menonjol dan harus sering mengikuti kegiatan atau latihan, sekolah memberikan izin dispensasi. Sebagai bentuk tanggung jawab agar pelajaran tidak tertinggal, siswa yang mengambil dispensasi tersebut wajib mengikuti pelajaran tambahan atau kelas pengganti yang diadakan secara khusus pada sore hari.

Ibu Niam menegaskan pandangannya yang menjadi dasar seluruh kebijakan tersebut: "Kami meyakini sepenuhnya bahwa setiap anak itu unik dan istimewa. Kesuksesan seseorang tidak bisa hanya diukur dari kemampuan akademis atau nilai rapor semata. Setiap anak memiliki potensi khas yang berbeda, dan tugas kami adalah menemukan, mengasah, serta mendukung potensi itu agar tumbuh maksimal."

Ia menutup keterangannya dengan menegaskan komitmen sekolah: "SMPN 2 Pare akan terus berdiri di belakang setiap siswa, mendukung segala potensi yang mereka miliki, agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi dan bermanfaat di bidangnya masing-masing."

Salah satu kisah inspiratif di balik kemenangan besar di Festival Seni Sastra Siswa Nasional ini datang dari dua siswa berprestasi, yakni Da Silva Alviandra dan Shaga Freydel Ardana. Keduanya adalah siswa kelas 7C SMPN 2 Pare yang sukses menyabet gelar Juara 1 Lomba Pantomim.

Bagi Da Silva, kemenangan ini diraih lewat perjuangan yang tidak mudah. Ia mengakui persiapan yang dilakukan sangat menguras tenaga, karena dirinya dan Shaga berlatih hampir setiap hari tanpa henti. Demi mematangkan penampilan, Da Silva bahkan sempat mengambil dispensasi dan tidak mengikuti pelajaran reguler di kelas selama masa persiapan.

"Tantangan terbesar bagi saya adalah rasa kaku di tubuh. Dulu saat SD saya memang aktif bermain pantomim, tapi sudah cukup lama saya tinggalkan. Saat kembali berlatih, saya merasa sangat kaku dan sulit bergerak. Jadi saya harus berjuang keras melenturkan kembali seluruh tubuh saya dan mempelajari gerakan-gerakan dasar dari nol lagi," ungkap Da Silva menceritakan perjuangannya.

Pada ajang tersebut, keduanya membawakan karya pantomim berjudul "Dipertemukan oleh Samudra". Penampilan mereka mengisahkan kehidupan nelayan yang indah dan penuh makna, lengkap dengan adegan memancing dan menjala ikan yang disampaikan sepenuhnya lewat ekspresi dan gerakan tubuh yang luwes.

Kemenangan di tingkat kabupaten ini tidak membuat keduanya berpuas diri. Da Silva dan Shaga memiliki ambisi besar yang selaras dengan visi sekolah. Mereka bertekad kuat untuk kembali mengulangi kesuksesan tersebut di jenjang yang lebih tinggi.

"Target kami jelas. Kami berharap sekali lagi bisa meraih Juara 1 saat mewakili sekolah dan daerah di tingkat Provinsi nanti. Dan cita-cita terbesar kami, kami ingin melaju terus hingga ke tingkat Nasional dan membawa pulang gelar juara di sana," ujar keduanya dengan penuh semangat.

Dukungan penuh dari sekolah dan keyakinan bahwa setiap anak istimewa, kini menjadi bekal kuat bagi Da Silva, Shaga, dan puluhan siswa berprestasi lainnya untuk terus mengharumkan nama Kabupaten Kediri di kancah yang lebih luas.

Penulis : Fitri Rahayu

Editor : Aditya Efendi

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama