Tandaglobalnews Jakarta – Wakil Menteri Kementerian Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menilai nilai-nilai ibadah kurban sangat relevan untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus menjembatani kesenjangan di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI). Nilai kepedulian, gotong royong, dan kolaborasi menjadi fondasi penting agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan merata oleh seluruh masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara Huawei I Do Care – Qurban 1447 H/2026 Donation di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Menurut Nezar, kurban bukan sekadar ritual, melainkan cermin nilai kemanusiaan yang mengajarkan kedermawanan. Semangat inilah yang dibutuhkan untuk mengarungi era transformasi yang penuh peluang dan tantangan.
“Kita ambil inspirasi semangat kurban: upaya kolektif dan komitmen demi kemaslahatan bersama, guna mempercepat inovasi dan kolaborasi di era kecerdasan artifisial,” ujarnya.
Ia menegaskan keberhasilan transformasi digital tidak hanya soal ekonomi, tapi juga kemampuan teknologi memberdayakan masyarakat. Merujuk data APJII 2026, meski pengguna internet aktif mencapai 235 juta jiwa, masih ada sekitar 20 persen penduduk—terutama di desa dan pelosok—yang belum terjangkau jaringan.
Menjawab hal itu, Kementerian Komdigi terus membangun infrastruktur inklusif, meningkatkan literasi digital, serta menyiapkan talenta unggul. Menurut Nezar, teknologi canggih tak ada artinya tanpa sumber daya manusia yang mampu mengelolanya.
Nezar berharap semangat kurban menjadi landasan, agar AI benar-benar menjadi instrumen kemajuan yang manfaatnya dirasakan semua kalangan, menuju visi Indonesia Emas 2045.
Sumber: infopublik.id

Posting Komentar