Tandaglobalnews KEDIRI 23 Mei 2026 | Festival Kuno Kini yang digelar di Kota Kediri kembali menjadi pusat perhatian masyarakat pada penyelenggaraan tahun ketiganya. Memasuki hari ke-10 pelaksanaan, antusias pengunjung terus meningkat dan membawa dampak positif bagi para pelaku UMKM yang ikut meramaikan festival budaya dan kuliner tersebut.
Salah satu pelaku usaha, Bu Zaza asal Tugurejo, mengaku telah mengikuti Festival Kuno Kini sejak tahun lalu. Pada tahun ini, ia kembali membuka stand kuliner dengan menjual salad buah, dessert, dan aneka buah potong.
Menurutnya, jumlah pengunjung tahun ini jauh lebih ramai dibanding tahun sebelumnya sehingga penjualan juga mengalami peningkatan.
“Kalau dibanding tahun kemarin, tahun ini lebih ramai pengunjungnya dan penjualan juga lebih banyak,” ujar Bu Zaza saat ditemui di lokasi festival.
Bu Zaza juga menjelaskan bahwa Festival Kuno Kini tahun ini menghadirkan lebih banyak makanan tradisional dan kuliner khas dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Seluruh peserta UMKM yang ingin membuka stand juga harus melalui proses seleksi dari panitia.
“Sekarang lebih banyak makanan kuno atau tradisionalnya. Semua stand diseleksi, lokasi juga langsung diatur panitia. Pendaftaran harus melampirkan proposal atau foto produk,” jelasnya.
Ia menambahkan, sistem seleksi tersebut membuat festival terlihat lebih tertata dan kualitas produk yang dijual semakin baik. Dari sekitar 400 pendaftar UMKM, panitia hanya memilih sekitar 300 stand untuk ikut berjualan selama acara berlangsung.
Festival Kuno Kini juga dinilai membantu masyarakat dan pelaku usaha dalam menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok. Tingginya jumlah pengunjung membuat perputaran ekonomi di area festival meningkat cukup signifikan.
Festival sendiri masih akan berlangsung hingga besok sebagai hari terakhir. Pada hari biasa, festival dibuka mulai pukul 14.00 hingga 22.00 WIB, sedangkan khusus hari Minggu dibuka mulai pukul 10.00 pagi hingga 22.00 WIB.
Selain menjadi hiburan masyarakat, Festival Kuno Kini juga memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Bagi pelaku UMKM, festival menjadi sarana promosi dan peningkatan pendapatan usaha. Bagi masyarakat, acara ini menjadi ruang rekreasi keluarga sekaligus mengenalkan kembali budaya dan kuliner tradisional kepada generasi muda.
Festival ini juga menjadi wadah positif bagi kreativitas anak-anak muda Kediri untuk menampilkan karya, seni, dan potensi lokal agar semakin dikenal luas serta mampu mendukung perkembangan wisata dan ekonomi kreatif daerah.
Penulis : Roni Ardianysah
Editor : Novita

Posting Komentar