Ribuan Burung Asal Maumere, Gagal Dikirim ke Jawa, Kini Bebas Berkicau di Hutan Lindung Nggorang

 




Tandaglobalnews  LABUAN BAJO – Sebuah kabar gembira sekaligus kemenangan bagi pelestarian alam terjadi di kawasan Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Ribuan ekor burung kicau asal Maumere, Kabupaten Sikka, yang rencananya hendak diselundupkan dan diperdagangkan ke Pulau Jawa, akhirnya bernapas lega. Satwa-satwa tersebut kini sudah terbang bebas dan berkicau riang kembali di habitat aslinya, kawasan Hutan Lindung Nggorang, Kecamatan Komodo, setelah secara resmi dilepasliarkan oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Labuan Bajo.

 Proses pelepasan itu dilakukan pada Sabtu (9/5/2026), berlangsung penuh haru dan kelegaan. Sebelumnya, ribuan burung ini terkurung rapat di dalam sangkar-sangkar yang terbuat dari besi dan kayu, ditumpuk satu sama lain dalam kondisi yang sangat sempit dan tidak layak. Mereka siap diangkut keluar dari wilayah NTT untuk dijual di pasar hewan luar pulau, namun rencana gelap itu berhasil digagalkan petugas gabungan sebelum sempat berlayang meninggalkan wilayah Manggarai Barat.

 Jenis burung yang diselamatkan dan kini kembali ke alam terdiri dari beberapa jenis. Yang paling dominan adalah burung pleci berbulu kuning yang dikenal memiliki suara kicauan merdu. Selain itu, ada juga burung samyong dengan ciri khas berwarna merah di bagian lehernya, serta satu jenis burung lain yang berwarna bulu hitam pekat. Seluruhnya berjumlah ribuan ekor, yang sebelumnya dikumpulkan dari hasil penangkapan di alam liar sekitar wilayah Maumere dan sekitarnya.

 Kepala BKSDA Labuan Bajo, dalam keterangannya di lokasi pelepasan, menyampaikan bahwa penyelamatan ini sangat penting demi menjaga kekayaan hayati Nusa Tenggara Timur. Ia menjelaskan, ketiga jenis burung ini memiliki peran besar dalam ekosistem hutan, mulai dari penyebar biji-bijian hingga pengendali hama serangga. Jika terus dikuras dan dibawa keluar pulau, lama-kelamaan keseimbangan alam akan terganggu dan populasi burung asli daerah ini akan menurun drastis hingga terancam punah.

 "Kami sangat bersyukur upaya pengiriman ilegal ini bisa digagalkan tepat waktu. Ribuan nyawa burung terselamatkan, dan hari ini kami kembalikan mereka ke tempat asalnya, tempat di mana mereka seharusnya hidup bebas dan berkembang biak. Hutan Lindung Nggorang kami pilih karena kondisinya masih sangat alami, aman, jauh dari jangkauan pemburu, serta kaya akan sumber makanan yang mereka butuhkan," ungkapnya saat memimpin langsung proses pembukaan sangkar satu per satu.

 Terlihat jelas momen mengharukan saat pintu-pintu sangkar dibuka. Burung-burung yang tadinya diam dan tampak lemas karena stres di dalam kurungan, perlahan keluar, mengepakkan sayapnya, lalu terbang tinggi menuju pepohonan lebat yang mengelilingi kawasan hutan. Tak lama berselang, suara kicauan mereka mulai terdengar bersahutan, mengisi keheningan hutan dengan suara merdu yang menjadi ciri khas kekayaan alam Flores.

Pihak berwenang juga mengungkapkan bahwa di balik pengiriman ini diduga ada jaringan perdagangan satwa liar yang cukup terorganisir. Burung-burung ini dibeli dengan harga murah dari penangkap liar di Maumere, lalu dijual dengan harga berkali-kali lipat lebih mahal di pasar-pasar burung di Jawa. Namun, niat keuntungan sepihak itu kandas total berkat kewaspadaan petugas dan kerja sama antar instansi yang sigap melakukan pemeriksaan di titik-titik pengawasan transportasi.

Kini, kasus penyelundupan ini terus ditindaklanjuti untuk mengungkap jaringan yang lebih luas dan memproses hukum para pelaku sesuai aturan yang berlaku. Sementara itu, warga sekitar dan pecinta alam menyambut gembira pelepasan ini. Mereka berharap langkah tegas seperti ini terus dilakukan agar kekayaan alam NTT, termasuk ribuan burung yang baru saja diselamatkan ini, tetap lestari dan bisa dinikmati oleh generasi mendatang.

Hutan Lindung Nggorang kini kembali riuh dengan suara kicauan, menjadi bukti nyata bahwa kekayaan alam daerah ini harus tetap dijaga dan tidak boleh menjadi komoditas dagang yang dibawa lari ke tempat lain.

SUMBER BERITA:POS-KUPANG.COM

#tandaglobalnews#BurungLiar #Maumere #LabuanBajo #KonservasiAlam #HutanLindungNggorang #PerdaganganSatwaIlegal #BBKSDA_NTT #BeritaNTT


Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama