Hal tersebut disampaikan Angga saat menjadi narasumber dalam sesi wawancara di Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) Kelas I Yogyakarta, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, frekuensi radio menjadi fondasi utama berbagai layanan digital nasional, mulai dari internet, komunikasi seluler, WiFi, GPS, hingga sistem transportasi modern.
“Frekuensi ini sangat strategis dan sangat penting. Dari radio, komunikasi sampai sektor transportasi, semua memakainya. Frekuensi adalah kunci kita untuk melakukan transformasi digital,” ujar Angga.
Ia menjelaskan, pengelolaan spektrum frekuensi radio juga berkaitan langsung dengan amanat Pasal 33 UUD 1945, yang menegaskan bahwa sumber daya yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus dikelola negara demi kemakmuran rakyat.
Menurut Angga, spektrum frekuensi radio merupakan sumber daya alam terbatas yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan nasional. Karena itu, pemerintah terus memperkuat pengawasan, regulasi, serta sistem pengendalian agar pemanfaatan frekuensi berjalan tertib dan efisien.
“Semua negara di dunia menganggap frekuensi sebagai hal yang sangat strategis. Karena itu, setiap negara melakukan pengaturan, penataan dan penjagaan terhadap spektrum frekuensinya masing-masing,” tuturnya.
Di tengah perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan percepatan transformasi digital, pemerintah dinilai perlu memperkuat sistem pengawasan spektrum agar tidak terjadi gangguan antar layanan komunikasi.
Selain penguatan regulasi dan teknologi pengawasan, Angga juga menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) digital yang unggul agar Indonesia mampu bersaing di era teknologi global.
“Negara harus menyiapkan dan melahirkan SDM unggul agar kita tidak tertinggal,” tegasnya.
Tak hanya itu, Angga juga menilai edukasi publik mengenai spektrum frekuensi radio perlu ditingkatkan sejak dini. Sebab, masih banyak masyarakat yang menggunakan internet, telepon seluler, WiFi, hingga GPS tanpa memahami bahwa seluruh layanan tersebut bergantung pada pengelolaan frekuensi radio yang baik.
“Tentunya sangat penting mengedukasi masyarakat tentang bagaimana spektrum frekuensi radio berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari, terutama dalam komunikasi dan teknologi,” pungkasnya.
Sumber: Kementerian Komunikasi dan Digital RI

Posting Komentar