Oknum Petugas Dishub Palembang Picu Tabrakan Beruntun di Kertapati, Sopir Truk Mengamuk

 TANDAGLOBALNEWS | PALEMBANG – Insiden kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga unit truk besar terjadi di ruas Jalan Sriwijaya Raya, kawasan Kertapati, Palembang, pada Kamis (30/4/2026). Kecelakaan ini diduga kuat dipicu oleh tindakan oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang yang melakukan pengadangan kendaraan secara mendadak.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula saat arus lalu lintas di kawasan Kertapati terpantau cukup padat. Menurut keterangan saksi mata dan para sopir yang terlibat, seorang oknum petugas Dishub mencoba menghentikan sebuah mobil pikap secara tiba-tiba di tengah jalan.

Langkah pengadangan yang mendadak tersebut memaksa pengemudi pikap menginjak rem sedalam mungkin. Namun, tiga truk besar di belakangnya tidak memiliki ruang cukup untuk berhenti, sehingga tabrakan beruntun tak terelakkan. Kendaraan yang terlibat di antaranya satu unit dump truck Nissan dan dua truk Hino.

Ketegangan dengan Sopir

Sesaat setelah tabrakan, suasana di lokasi sempat memanas. Para sopir truk yang tidak terima atas tindakan petugas tersebut langsung turun dan mengadang petugas Dishub. Adu mulut hebat terjadi, bahkan video amatir yang beredar di media sosial menunjukkan massa yang emosi sempat menendang sepeda motor dinas milik petugas.

"Dia (petugas) tiba-tiba saja menyetop mobil di depan. Kami yang bawa muatan berat di belakang mana bisa berhenti mendadak seperti itu. Ini murni gara-gara mereka (Dishub)," ujar salah satu sopir truk di lokasi kejadian.

Dampak dan Kerugian

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Bagian depan ketiga truk tersebut mengalami kerusakan parah akibat benturan keras. Pasca-kejadian, oknum petugas Dishub dilaporkan sempat meninggalkan lokasi sebelum pihak Satlantas Polrestabes Palembang tiba untuk melakukan evakuasi.

Tanggapan Pemerintah Kota

Pj Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, telah memberikan respons terkait video viral dan laporan warga ini. Beliau menegaskan tidak akan menoleransi jika ditemukan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) di lapangan.

"Kami sudah menginstruksikan pihak Inspektorat dan BKPSDM untuk memanggil oknum yang bersangkutan. Jika terbukti melakukan pelanggaran prosedur saat bertugas hingga merugikan masyarakat, sanksi tegas akan dijatuhkan," ungkapnya dalam keterangan singkat.

Saat ini, ketiga kendaraan yang terlibat telah dievakuasi untuk memperlancar arus lalu lintas, sementara kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian dan internal perhubungan.

Editor : TandaGlobalNews

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama