TANDAGLOBALNEWS | PEKANBARU – Tabir gelap yang menyelimuti kasus pembunuhan sadis disertai perampokan terhadap Dumaris Denny Waty Sitio (60) mulai tersingkap. Kepolisian Sektor (Polsek) Rumbai Pesisir berhasil mengidentifikasi salah satu terduga pelaku utama dalam aksi keji tersebut. Mengejutkan, sosok wanita berinisial AF yang kini masuk dalam daftar buron ternyata memiliki hubungan kekeluargaan dengan korban, yakni sebagai mantan menantu.
Identitas AF terungkap setelah tim penyidik melakukan serangkaian analisis mendalam terhadap rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar kediaman korban. Polisi mensinyalir aksi ini dilakukan secara terencana oleh komplotan yang berjumlah sedikitnya empat orang, terdiri dari dua pria dan dua wanita.
Kronologi Penemuan Jasad dan Hasil Autopsi
Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh suami korban pada Kamis (30/4/2026) siang. Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 08.00 WIB, suami korban sempat mengajak Dumaris untuk pergi mengurus administrasi pajak kendaraan. Namun, korban memilih untuk tetap di rumah.
Nahas, saat suami korban kembali sekitar pukul 11.00 WIB, ia mendapati pintu rumah dalam keadaan terbuka lebar. Kecurigaan memuncak saat melihat kondisi kamar utama yang acak-acakan. Setelah menyisir ruangan, ia menemukan istrinya sudah tidak bernyawa dalam posisi tertelungkup di area dapur dengan luka lebam di wajah dan ceceran darah di sekitar kamar mandi.
Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir, Iptu Dodi Vivino, mengonfirmasi bahwa penyebab kematian korban adalah kekerasan fisik yang sangat fatal.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan autopsi di RS Bhayangkara, korban mengembuskan napas terakhir akibat hantaman benda tumpul di bagian kepala. Pukulan tersebut memicu pendarahan hebat pada jaringan otak hingga menyebabkan kegagalan fungsi vital," jelas Iptu Dodi.
Dugaan Keterlibatan Anak Kandung dan Perburuan Pelaku
Dalam proses penyelidikan, polisi juga sempat mengamankan seorang pria berinisial A, yang merupakan anak kandung laki-laki korban. Kehadiran A di lokasi kejadian sesaat sebelum jenazah ditemukan terekam kamera pemantau. A diketahui sempat masuk ke dalam rumah dan keluar tak lama kemudian menggunakan sepeda motor.
Meski A mengaku tidak mengetahui bahwa ibunya telah tewas saat ia berkunjung, pihak kepolisian tetap melakukan pemeriksaan intensif guna mendalami kemungkinan adanya keterkaitan atau informasi tersembunyi.
Di sisi lain, upaya pengejaran terhadap AF dan komplotannya terus dilakukan. Polisi sempat mengamankan abang kandung AF beserta seorang rekannya untuk dimintai keterangan. Namun, keduanya mengaku tidak mengetahui keberadaan AF sejak peristiwa itu terjadi.
Kerugian Materiil: Perhiasan hingga Mata Uang Asing
Selain merampas nyawa korban, para pelaku juga menggasak sejumlah harta benda yang memiliki nilai material dan sentimental tinggi. Dari laporan kepolisian, barang-barang yang hilang meliputi:
Cincin Kawin: Berat sekitar 12 gram (terukir nama suami korban).
Cincin Emas: Berat sekitar 10 gram.
Uang Tunai: Sekitar 400 Dolar Singapura (SGD).
Elektronik: Satu unit smartphone Samsung A55 5G, satu music box, dan satu unit speaker.
Aksi Terencana Terekam CCTV
Hasil analisis digital menunjukkan bahwa para pelaku tidak bertindak secara impulsif. Rekaman CCTV memperlihatkan gerak-gerik mencurigakan di mana para pelaku sempat beberapa kali melintas di depan rumah korban (mapping lokasi) sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk saat situasi dianggap aman.
"Kami sudah mengantongi identitas para pelaku. Saat ini tim di lapangan terus melakukan pengembangan untuk segera melakukan penangkapan. Kami berkomitmen mengusut tuntas motif di balik aksi keji ini," tegas Iptu Dodi.
Kasus ini menjadi atensi publik di Pekanbaru, mengingat sifat kejahatannya yang tergolong sadis dan melibatkan orang-orang yang seharusnya memiliki kedekatan emosional dengan korban. Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan AF dan rekan-rekannya untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat.
Editor : TandaGlobalnews

Posting Komentar