Tandaglobalnews MALANG – Insiden kericuhan kembali terjadi di kawasan wisata Malang Selatan, tepatnya di Campground & Cottage Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Selasa (5/5/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Peristiwa ini menimpa rombongan karyawan Shopee Surabaya yang sedang menggelar kegiatan gathering, dan kini tidak hanya menjadi persoalan kriminalitas, tetapi juga memicu perdebatan luas di ruang digital serta sorotan terhadap standar keamanan destinasi wisata setempat.
Menurut informasi yang beredar, situasi berubah mencekam ketika sekelompok massa datang secara tiba-tiba ke lokasi dengan jumlah yang disebut mencapai sekitar 300 orang. Massa kemudian melakukan sweeping dan perusakan di area villa. Dalam kondisi gelap, situasi semakin tidak terkendali setelah sistem CCTV tidak berfungsi dan aliran listrik padam.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah fasilitas dan kendaraan milik korban menjadi sasaran kerusakan. Dilaporkan terdapat enam unit mobil yang mengalami kerusakan parah, mulai dari kaca pecah hingga bodi kendaraan dicoret-coret dengan tulisan vandalisme. Selain itu, sejumlah barang pribadi seperti telepon genggam, dompet, dan sepatu juga dilaporkan hilang.
Korban menyebut sebagian pelaku membawa benda tumpul seperti balok kayu, kunci inggris, batu, dan botol minuman keras. Hal ini mengakibatkan beberapa orang mengalami luka-luka, terutama di bagian kepala dan tubuh, dan harus menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa insiden ini dipicu oleh nyanyian chant yang dianggap bernada provokatif dan menyinggung kelompok suporter sepak bola lokal, yang dilakukan saat siaran langsung di media sosial. Hal ini memicu reaksi dari warga sekitar dan berkembang menjadi aksi penyerangan serta perusakan.
Kepala Seksi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinanjar membenarkan telah menerima laporan terkait kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan aparat ke lokasi untuk melakukan pengamanan, pengumpulan keterangan saksi, dan alat bukti guna menyelidiki kronologi secara utuh, serta mencari tahu jumlah pelaku dan motif yang mendasari terjadinya peristiwa ini. Polisi juga memberikan pengawalan kepada rombongan wisatawan untuk memastikan keamanan mereka.
Sementara itu, insiden ini juga memicu reaksi dari berbagai pihak. Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menyampaikan keprihatinannya dan mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para suporter sepak bola, untuk tetap menjaga kondusivitas, persaudaraan, dan semangat sportivitas. Ia menegaskan bahwa rivalitas di lapangan sepak bola seharusnya hanya berlaku selama 90 menit pertandingan dan tidak boleh dibawa ke kehidupan sehari-hari.
Di media sosial, peristiwa ini juga menjadi viral dan memunculkan berbagai tanggapan, termasuk tagar yang menyerukan boikot wisata di Malang karena dianggap tidak aman. Hal ini kembali menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan dan standar keamanan di destinasi wisata berbasis villa dan camping ground di wilayah tersebut.
Sumber : Suara Malang
#KeamananWisata #Gathering #Kriminalitas #PolresMalang #Viral #BeritaHariIni #SepakBolaIndonesia
#KeamananWisata #Gathering #Kriminalitas #PolresMalang #Viral #BeritaHariIni #SepakBolaIndonesia

Posting Komentar