Ibu Tia, Satu-satunya Pedagang yang Setia Jaga Kawasan Sumber Wungu Selama 3 Tahun

Warung Bu Tia yang merupakan warung satu satunya di Wisata Sumber Wungu

 

TandaGlobalNews | KEDIRI – Di kawasan wisata religi dan situs bersejarah Sumber Wungu, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, terdapat satu titik istirahat satu-satunya bagi para pengunjung yang datang berziarah atau sekadar menikmati suasana asri tempat tersebut. Itulah warung milik Ibu Tia, yang telah setia melayani kebutuhan pengunjung selama tiga tahun terakhir.

Bersama suaminya, Ibu Tia membuka warung setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Keberadaan warung ini bukan semata-mata murni inisiatif pribadi, melainkan atas permintaan langsung dari Pak Lurah setempat. Tujuannya sederhana namun sangat penting: agar siapa saja yang datang ke situs bersejarah ini memiliki tempat untuk beristirahat, sekaligus dapat menikmati hidangan makan atau minum tanpa harus pergi jauh keluar kawasan.

"Saya berjualan di sini sudah 3 tahun. Awalnya disuruh Pak Lurah saja, supaya kalau ada pengunjung yang datang, ada tempat istirahat dan bisa beli minum atau makan. Sampai sekarang warung saya satu-satunya yang ada di dalam kawasan Sumber Wungu," ungkap Ibu Tia.

Dari sisi omzet penjualan, rata-rata pengunjung yang datang tergolong stabil, tidak terlalu ramai namun juga tidak pernah sepi. Aktivitas jual beli berjalan lancar mengikuti ritme kedatangan tamu ke situs tersebut. Meski demikian, ada momen-momen tertentu yang selalu ditunggu Ibu Tia karena membawa dampak signifikan bagi pendapatannya.

Pendapatan beliau diketahui mengalami peningkatan yang cukup besar pada saat berlangsungnya tradisi tahunan warga, seperti acara Bersih Desa atau tradisi Suroan. Pada momentum tersebut, jumlah pengunjung membludak, dan warungnya menjadi pusat pelayanan utama bagi masyarakat yang sedang mengikuti rangkaian kegiatan adat dan keagamaan di lokasi.

Sehari-hari, Ibu Tia dibantu oleh suaminya dalam mengelola warung sederhana ini. Keduanya bekerja sama melayani pembeli, mulai dari menyajikan minuman hangat, jajanan ringan, hingga makanan berat. Keberadaan pasangan ini dianggap sangat membantu kenyamanan wisatawan, mengingat tidak ada fasilitas makan dan minum lain di sekitar situs selain warung mereka.

Bagi pengunjung Sumber Wungu, kehadiran Ibu Tia dan suaminya menjadi pelengkap suasana. Di samping nilai sejarah dan keramat situs tersebut, warung ini menjadi tempat beristirahat yang nyaman, tempat bercengkerama, sekaligus saksi bisu dari setiap kegiatan adat yang terus dijaga kelestariannya oleh warga Desa Gedangsewu.

Penulis : Roni Ardiansyah

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama