Viral di Media Sosial, Kunjungan Wisatawan ke Candi Gempur Capai Hampir 200 Orang per Hari

 

 Situs peninggalan era Raja Airlangga tersebut kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah. sumber foto : Maulana Rahmadha

Tandagobalnews KEDIRI – Popularitas Candi Gempur di Desa Adan-Adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, terus meningkat setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Situs peninggalan era Raja Airlangga tersebut kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah.

Juru kunci Situs Adan-Adan, Pak Edi, mengatakan bahwa dalam beberapa waktu terakhir jumlah pengunjung mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Antusiasme masyarakat untuk melihat langsung situs bersejarah yang sebelumnya hanya dikenal melalui foto dan video di media sosial menjadi salah satu faktor meningkatnya kunjungan wisatawan.

"Kalau sekarang cukup ramai. Dalam sehari jumlah pengunjung bisa mencapai sekitar 140 hingga 190 orang secara beruntun, terutama saat akhir pekan dan hari libur," ujar Pak Edi.

Menurutnya, tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa wisata sejarah mulai mendapat perhatian lebih luas. Banyak pengunjung datang tidak hanya untuk berwisata, tetapi juga ingin mengetahui secara langsung sejarah Candi Gempur yang diyakini sebagai peninggalan masa Kerajaan Kahuripan pada era Raja Airlangga.

Pemerintah Berikan Dukungan Penuh

Untuk mendukung pengembangan situs wisata sejarah tersebut, pemerintah telah memberikan berbagai bantuan fasilitas dan sarana pendukung di kawasan candi.

Beberapa fasilitas yang telah dibangun antara lain area penunjang pengunjung, sarana prasarana umum, hingga gazebo yang dapat dimanfaatkan wisatawan untuk beristirahat saat berkunjung ke lokasi.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyediakan tenaga juru pelihara (jupel) yang bertugas menjaga dan merawat kawasan situs agar tetap terawat dan nyaman bagi pengunjung.

Tiga Juru Pelihara Bertugas Secara Bergantian

Saat ini terdapat tiga orang juru pelihara yang bertugas di kawasan Candi Gempur. Ketiganya bekerja secara bergantian menggunakan sistem rolling atau pergantian jadwal.

Pak Edi menjelaskan, sistem kerja bergilir tersebut mulai diterapkan sejak Januari sehingga setiap petugas memiliki jadwal penjagaan yang teratur setiap harinya.

"Juru pelihara ada tiga orang dan semuanya difasilitasi oleh pemerintah. Kami berjaga secara bergantian sesuai jadwal rolling yang sudah ditentukan," jelasnya.

Keberadaan para juru pelihara dinilai penting untuk menjaga kelestarian situs sekaligus memberikan informasi kepada wisatawan yang ingin mengetahui sejarah dan temuan-temuan arkeologis di kawasan candi.

Perawatan Dilakukan Secara Rutin

Meningkatnya jumlah wisatawan tidak menjadi kendala dalam menjaga kebersihan kawasan situs. Menurut Pak Edi, mayoritas pengunjung yang datang cukup tertib dan memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Karena itu, area candi dapat terus dirawat dan dibersihkan secara rutin oleh petugas sehingga kondisi situs tetap terjaga dengan baik.

"Kami bersyukur pengunjung cukup ramah dan ikut menjaga kebersihan. Perawatan dan pembersihan rutin terus dilakukan agar kawasan candi tetap nyaman dikunjungi," katanya.

Candi Buddha, Berbeda dengan Situs Tondowongso

Pak Edi juga menjelaskan bahwa Candi Gempur memiliki latar belakang keagamaan yang berbeda dengan Situs Tondowongso yang berada di wilayah Kabupaten Kediri.

Menurutnya, Candi Gempur merupakan situs yang bercorak Buddha, sedangkan Situs Tondowongso diketahui memiliki latar belakang agama Hindu.

Perbedaan tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam kajian sejarah dan arkeologi karena menunjukkan keberagaman budaya dan kepercayaan yang berkembang di wilayah Kediri pada masa lampau.

Belum Ada Aktivitas UMKM di Sekitar Candi

Meski jumlah pengunjung terus meningkat, hingga saat ini kawasan sekitar Candi Gempur masih belum dimanfaatkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Belum terdapat pedagang makanan, minuman, maupun penjual suvenir yang berjualan di sekitar area situs. Kondisi tersebut membuat kawasan candi masih terlihat asri dan relatif tenang.

Ke depan, keberadaan UMKM diharapkan dapat berkembang secara tertata sehingga mampu mendukung perekonomian masyarakat sekitar tanpa mengurangi nilai sejarah dan kelestarian situs.

Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan serta dukungan fasilitas dari pemerintah, Candi Gempur kini semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kabupaten Kediri. Keberadaannya tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga media edukasi untuk mengenalkan warisan budaya dan sejarah masa Kerajaan Airlangga kepada generasi muda.

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama