![]() |
| Suahasil: Defisit APBN Tetap di Bawah 3 Persen. sumber : kemenkeu.go.id |
Tandaglobalnews | Jakarta 29/05/26 — Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga defisit anggaran tetap berada di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Hal tersebut disampaikan dalam Seminar
ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy yang berlangsung di
Jakarta. Menurut Suahasil, Indonesia berhasil menunjukkan ketahanan fiskal
melalui penerapan kebijakan anggaran yang adaptif (adaptive budget policy),
sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi tetap kuat.
Ia menjelaskan, pada awal 2025, Kementerian
Keuangan menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk
meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan negara. Langkah tersebut diwujudkan
melalui penataan ulang belanja pemerintah yang menghasilkan penghematan
anggaran hampir Rp170 triliun atau sekitar 9 persen dari alokasi belanja
birokrasi tanpa mengganggu operasional pemerintahan.
Menurut Suahasil, kebijakan efisiensi tersebut
tidak mengurangi kemampuan APBN dalam mendukung aktivitas ekonomi. Sepanjang
2025, perekonomian Indonesia tetap mampu tumbuh sebesar 5,11 persen,
menunjukkan bahwa disiplin fiskal dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan
ekonomi yang solid.
“Kombinasi antara disiplin fiskal dan pertumbuhan ekonomi yang kuat menunjukkan kekuatan Indonesia. Banyak negara yang tidak lagi mematuhi batas defisit fiskal di bawah 3 persen, namun pertumbuhan ekonominya justru lebih rendah,” ujarnya.
Ke depan, pemerintah akan terus mengelola
defisit anggaran secara hati-hati. Pada 2026, defisit diproyeksikan berada di
kisaran 2 persen dari PDB, sementara rancangan APBN 2027 menargetkan defisit
antara 1,8 persen hingga 2,4 persen sesuai arahan Presiden kepada DPR.
Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8
persen, pemerintah akan mengarahkan kapasitas fiskal pada sektor-sektor
produktif, termasuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber
daya manusia. Selain itu, peran APBN akan semakin difokuskan pada penyediaan
layanan publik dan perlindungan sosial, sedangkan investasi publik strategis
akan dikelola melalui Danantara.
Pemerintah optimistis arsitektur fiskal yang
disiplin, adaptif, dan berorientasi pada produktivitas akan menjadi fondasi
penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang
berkelanjutan.
Sumber : kemenkeu.go.id

Posting Komentar