Gejala Hantavirus Mirip Flu Biasa, Sering Terlambat Terdeteksi dan Berisiko Parah



Tandaglobalnews Jakarta, 12 Mei 2026 – Infeksi virus hantavirus kini mulai menjadi perhatian serius tenaga kesehatan, karena gejala pada tahap awal hampir sama persis dengan gejala flu biasa, sehingga sering tidak disadari dan membuat penanganan terlambat dilakukan . Padahal, jika tidak segera ditangani, virus yang dibawa hewan pengerat ini bisa menyebabkan gangguan paru-paru atau ginjal yang berbahaya hingga mengancam nyawa .

Berdasarkan penjelasan Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), masa inkubasi virus ini berkisar antara 1–8 minggu setelah terpapar, baru kemudian muncul tanda-tanda awal. Gejala yang muncul meliputi demam tinggi mendadak, nyeri otot hebat terutama di paha, pinggang dan punggung, sakit kepala, menggigil, hingga kelelahan ekstrem yang membuat tubuh terasa sangat lemas . Sebagian penderita juga mengalami mual, muntah, nyeri perut atau diare, persis seperti saat terserang flu atau demam biasa .

“Masalah utamanya, gejala awal ini sangat umum dan mirip sekali dengan infeksi saluran pernapasan atau flu biasa. Banyak orang mengira hanya sakit ringan, minum obat warung lalu istirahat, padahal sebenarnya sedang terinfeksi hantavirus,” ungkap perwakilan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Senin ini. Akibatnya, pasien baru berobat saat kondisi sudah memburuk dan gejala berat muncul.

Setelah fase awal berlangsung 3–7 hari, kondisi bisa berubah drastis. Pada jenis sindrom paru-paru, penderita mulai batuk, napas sesak, dada terasa berat, hingga cairan menumpuk di paru-paru dan menyebabkan tekanan darah turun drastis. Sedangkan jenis sindrom ginjal akan ditandai nyeri pinggang hebat, urin berkurang atau berubah warna, hingga gangguan fungsi ginjal . Tingkat kematian akibat infeksi ini bisa mencapai 30–50% jika terlambat mendapatkan perawatan medis intensif .

Penularan terjadi lewat udara yang tercampur kotoran, air kencing atau air liur tikus, atau kontak langsung dengan hewan tersebut. Wilayah berisiko tinggi adalah daerah pedesaan, hutan, gudang, rumah kosong atau tempat yang banyak sarang tikus.

Pakar kesehatan mengingatkan: jika mengalami demam tinggi disertai nyeri otot hebat dan kelelahan luar biasa, apalagi pernah berada di daerah banyak tikus atau lingkungan berdebu, jangan dianggap sepele. Segera periksakan ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan diagnosis dan penanganan tepat waktu.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, menutup makanan, menutup celah rumah, dan membersihkan sarang tikus untuk memutus rantai penularan virus ini.

 

#Hantavirus #GejalaMiripFlu #InfeksiVirus #KesehatanMasyarakat #PencegahanPenyakit #WaspadaHantavirus #tandaglobalnews

 

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama