Dugaan Perselingkuhan Bupati Gowa Berbuntut Ricuh, Massa Bentrok di Depan DPRD

 TANDAGLOBALNEWS | GOWA – Situasi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, memanas pada Senin (11/5/2026). Aksi unjuk rasa yang menuntut pengusutan tuntas dugaan kasus perselingkuhan yang menyeret nama Bupati Gowa, Husniah Talenrang, berakhir ricuh. Bentrokan fisik tidak terhindarkan ketika massa pengunjuk rasa bertemu dengan kelompok massa pendukung di depan Gedung DPRD Gowa.

Aksi yang dimulai sejak pukul 10.00 WITA ini awalnya berjalan kondusif. Ratusan demonstran yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Adat Gowa melakukan orasi mendesak DPRD segera membentuk Panitia Khusus (Pansus).

Namun, situasi mulai tidak terkendali sekitar pukul 11.30 WITA saat kelompok massa lain muncul di lokasi yang sama. Aksi saling lempar batu dan botol air mineral terjadi di tengah jalan, memaksa aparat kepolisian dari Polres Gowa melakukan tindakan tegas guna membubarkan massa yang mulai anarkis.

Para demonstran menegaskan bahwa isu yang beredar bukan sekadar urusan pribadi, melainkan menyangkut moralitas pemimpin daerah. Beberapa poin utama tuntutan mereka meliputi:

  • Transparansi Publik: Mendesak lembaga legislatif untuk tidak tinggal diam atas isu asusila yang telah menjadi konsumsi publik sejak Maret 2026.
  • Penegakan Etika: Meminta kejelasan status jabatan Bupati jika terbukti melakukan pelanggaran norma dan etika kepemimpinan.
  • Penyelidikan Independen: Meminta pihak kepolisian untuk mengusut potensi penyebaran berita bohong (hoaks) jika memang tuduhan tersebut tidak benar, atau sebaliknya, memproses hukum jika ditemukan bukti otentik.

Polemik ini telah berdampak besar pada karier politik Husniah Talenrang. Di tengah tekanan yang semakin kuat, DPP PAN telah mengambil langkah tegas dengan mencopot Husniah dari jabatannya sebagai Ketua DPW PAN Sulawesi Selatan. Langkah ini dikonfirmasi sebagai upaya partai untuk menjaga stabilitas dan citra organisasi di mata pemilih.

Melalui rilis resmi Humas Pemkab Gowa, pihak Bupati kembali menegaskan bahwa tuduhan tersebut adalah fitnah keji yang bermuatan politis.

"Isu yang beredar adalah upaya pembunuhan karakter yang sengaja diembuskan untuk merusak reputasi kepemimpinan di Gowa. Kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya," tulis keterangan tersebut.

Hingga Selasa siang (12/5/2026), penjagaan ketat masih terlihat di sekitar kawasan perkantoran Bupati dan Gedung DPRD Gowa. Pihak kepolisian telah mengamankan beberapa orang yang diduga sebagai pemicu kerusuhan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.


Lalu lintas di sekitar lokasi kejadian yang sempat lumpuh total kini sudah mulai berangsur normal, meski personel Brimob masih disiagakan untuk mengantisipasi adanya aksi susulan.

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama