Tandaglobalnews . Semarang 5 Mei 2026 —Budaya burung kicau di Indonesia terus berkembang dan menjadi sektor
ekonomi berbasis hobi yang memiliki nilai tinggi. Didukung kekayaan hayati yang
melimpah, berbagai jenis burung seperti Murai batu, Kacer, hingga Cucak hijau
menjadi primadona di pasar domestik dan memiliki banyak peminat di berbagai
daerah.
Kontes burung kicau yang rutin digelar turut
menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Aktivitas tersebut berdampak pada
meningkatnya usaha penangkaran, penjualan pakan, industri sangkar, hingga
berbagai aksesori pendukung. Bahkan, seekor burung juara dapat memiliki nilai
transaksi mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan
Hidup dan Kehutanan mendukung penangkaran burung kicau secara legal sebagai
langkah menjaga keseimbangan antara ekonomi dan konservasi lingkungan.
Penangkaran dinilai mampu mengurangi praktik perburuan liar sekaligus menjaga
keberlanjutan populasi burung di habitat aslinya.
Meski demikian, aktivitas penangkaran tetap
berada dalam pengawasan ketat dan harus mengikuti ketentuan internasional
seperti CITES guna memastikan perlindungan terhadap satwa.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan
bahwa ekosistem burung kicau di Indonesia memiliki nilai ekonomi mencapai Rp1,7
triliun hingga Rp2 triliun. Nilai tersebut berasal dari berbagai sektor usaha,
mulai dari peternak burung, pelaku breeding, hingga industri pendukung seperti
pakan dan perlengkapan.
Sumber: Indonesia.go.id

Posting Komentar