Tandaglobalnews | Bandung — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bersama
Pemerintah Kota Bandung dan Kementerian Koperasi resmi meluncurkan program
optimalisasi peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KKMP) dalam mendukung
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kegiatan kick off tersebut digelar di
Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/5/2026).
Program kolaborasi ini menjadi langkah
strategis dalam membangun ekosistem kesehatan berbasis komunitas yang lebih
inklusif, berkelanjutan, serta mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat
kelurahan.
Sebagai tahap awal, BPJS Kesehatan melakukan
uji coba kerja sama dengan 20 KKMP di Kota Bandung. Program tersebut difokuskan
untuk meningkatkan keaktifan peserta JKN melalui pendekatan berbasis komunitas
dan gotong royong.
Deputi Direksi Bidang Riset, Inovasi dan
Pengembangan BPJS Kesehatan, Irfan Humaidi, mengatakan Bandung dipilih sebagai
wilayah percontohan karena dinilai memiliki kesiapan kolaborasi yang baik
antara pemerintah daerah, dinas koperasi, hingga pengelola koperasi tingkat
kelurahan.
Menurutnya, pelaksanaan di Bandung bukan
sekadar uji coba, melainkan langkah awal sebelum program diperluas ke berbagai
daerah lain di Indonesia.
“Bandung kami nilai siap untuk memulai
kolaborasi dengan KKMP. Ke depan, model ini akan diperluas agar manfaatnya bisa
dirasakan masyarakat di berbagai wilayah,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, BPJS Kesehatan juga
menandatangani perjanjian kerja sama dengan 20 KKMP yang menjadi lokasi
pelaksanaan program. Selain itu, dilakukan sosialisasi terkait mekanisme
kolaborasi guna mendukung keberlangsungan kepesertaan JKN.
Irfan menjelaskan, kerja sama ini tidak hanya
bertujuan membantu penyelesaian persoalan iuran peserta, tetapi juga membangun
sistem kesehatan berbasis komunitas yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
Berdasarkan data BPJS Kesehatan, sebanyak 98,5
persen penduduk Indonesia telah terlindungi melalui Program JKN. Capaian
tersebut memperkuat komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan perlindungan
kesehatan yang semakin dekat dan mudah diakses masyarakat.
Dalam skema uji coba itu, setiap KKMP
menjalankan tiga fungsi utama, yakni sebagai kanal pembayaran iuran JKN di
tingkat komunitas, agen mitra JKN yang aktif melakukan edukasi dan pendampingan
peserta, serta kolaborator pendanaan melalui donasi komunitas, CSR, hingga
hasil usaha koperasi.
BPJS Kesehatan berharap kolaborasi tersebut
dapat memperkuat semangat gotong royong sekaligus mendukung transformasi
Program JKN di Indonesia agar semakin inklusif dan berkelanjutan.
Sumber : infopublik.id

Posting Komentar