BONCENG TIGA AYUNKAN CELURIT, MOTOR KLX DI MOYUDAN TABRAK TUGUS


TandaGlobalNews | SLEMAN, Jumat 1 Mei 2026, Pukul 02.30 WIB – Sebuah insiden naas dan menghebohkan terjadi di wilayah Moyudan, Sleman, tepatnya pada dini hari tadi. Sebuah sepeda motor jenis Kawasaki KLX yang dikendarai oleh tiga orang remaja mengalami kecelakaan tunggal yang cukup parah.

Yang membuat kejadian ini menjadi sorotan tajam adalah fakta bahwa kecelakaan tersebut diduga bermula dari aksi pamer kekuatan dan ancaman menggunakan senjata tajam jenis celurit di jalan raya. Aksi nekat ini akhirnya berbuah malapetaka bagi mereka sendiri.

Peristiwa ini bermula ketika seorang warga berinisial DAN (18 tahun) asal Godean sedang melintas di ruas Jalan Godean-Pedes. Saat itu, kondisi jalan sedang sepi dan DAN berniat untuk mendahului motor KLX yang berada di depannya.

Namun, tindakan normal untuk mendahului tersebut justru memicu reaksi negatif yang berlebihan dari pengendara dan penumpang motor KLX. Mereka terlihat tidak terima dan memberikan respons yang sangat agresif serta mengintimidasi.

Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menjelaskan kronologi kejadian tersebut secara rinci.

"Saat korban mencoba mendahului, pengendara KLX tersebut langsung membleyerkan mesin dengan keras dan melakukan tindakan yang mengancam keselamatan," ungkap Argo.

Bukan hanya sekadar membunyikan mesin, kedua orang yang duduk di bagian belakang (pembonceng) bahkan mengeluarkan senjata tajam. "Kedua pembonceng KLX di belakang mengayun-ayunkan dua bilah celurit ke arah korban," tambahnya menjelaskan aksi intimidasi yang dilakukan untuk menakut-nakuti DAN.

Aksi nekat dan penuh emosi tersebut tidak berlangsung lama. Tak lama setelah melakukan ancaman, saat DAN yang menjadi korban mencoba membuntuti dari jarak aman untuk memastikan keamanan diri, tiba-tiba motor KLX yang dikendarai para pelaku kehilangan keseimbangan atau loss control.

Diduga karena kecepatan yang tinggi dan kurang fokus akibat aksi yang mereka lakukan sebelumnya, motor tersebut oleng. Tanpa bisa dikendalikan, motor tersebut langsung menabrak keras sebuah tugu batu yang berada di pinggir jalan Dusun Menulis.

Benturan yang terjadi sangat keras hingga motor terbalik, rusak parah, dan berserakan di lokasi kejadian.

Akibat kecelakaan maut tersebut, pengendara utama dan salah satu pembonceng mengalami luka yang cukup serius. Mereka segera dievakuasi oleh petugas medis menggunakan ambulans dan dibawa ke RS PKU Muhammadiyah 2 Gamping untuk mendapatkan penanganan medis segera.

Sementara itu, satu orang pelaku lainnya berinisial WF (17 tahun) asal Sedayu berhasil diamankan oleh petugas dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka berat. Dari lokasi kejadian, polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa dua bilah celurit yang sempat diayunkan sebelumnya untuk mengancam korban.

Terkait kasus ini, Iptu Argo menegaskan bahwa proses hukum akan segera berjalan dan ditindaklanjuti secara tegas.

"Langkah selanjutnya akan dilanjutkan penyidikan oleh Polsek Moyudan. Para pelaku akan diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku atas tindakan mereka," tegasnya.

Merespons maraknya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang sering terjadi di jam-jam dini hari, pihak kepolisian juga mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat, khususnya orang tua.

Polisi meminta peran serta aktif dari orang tua untuk lebih ketat mengawasi pergerakan anak-anak mereka. "Kami meminta orang tua untuk memastikan anak-anak sudah berada di rumah sebelum pukul 22.00 WIB. Jangan biarkan mereka berkeliaran di jalan pada jam-jam yang tidak wajar," ujar Argo.

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan komitmen untuk menindak tegas pelaku kejahatan jalanan. "Kami selalu meningkatkan patroli malam guna meminimalkan aksi kekerasan dan akan bertindak tegas kepada pelaku kejahatan jalanan," pungkasnya.

Polisi mengingatkan, aksi kejahatan jalanan seperti ini tidak akan ditoleransi dan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Orang tua juga diminta lebih ketat mengawasi anak-anak, terutama di jam malam demi keselamatan dan ketertiban bersama.

 Sumber : radarjogja

#tandaglobalnews#Sleman #Moyudan #KejahatanJalanan #Jogja #BeritaJogja

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama