Wapres Gibran Tinjau Kampung Nelayan di Raja Ampat, Tekankan Pilot Project Berbasis Data

 TANDGAGLOBALRAJA AMPAT – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di tanah Papua dengan menyambangi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Warmasen, Kabupaten Raja Ampat, Rabu (22/04/2026). Kunjungan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan integrasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto menyentuh langsung sektor maritim dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sebelum tiba di KNMP, Wapres mengawali agenda di Raja Ampat dengan meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 2 Waisai. Program ini menjadi salah satu pilar utama pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul sejak dini di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Memperkuat Infrastruktur Maritim di KNMP

Dalam peninjauannya di KNMP Warmasen, Wapres mengecek kesiapan berbagai fasilitas yang dijadwalkan mulai beroperasi secara penuh pada Mei mendatang. Infrastruktur tersebut mencakup:

  • Pabrik Es dan Gudang Beku (Cold Storage): Untuk menjaga kualitas dan kesegaran hasil tangkapan nelayan agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

  • Shelter Docking: Fasilitas perawatan kapal untuk menunjang operasional harian nelayan.

Wapres menegaskan bahwa KNMP Warmasen merupakan pilot project yang akan menjadi barometer pembangunan kampung nelayan di daerah lain. "Ini sudah jauh lebih baik, tetapi masih ada kekurangan yang harus dievaluasi. Jika model di Raja Ampat ini berhasil, akan kita replikasi ke seluruh Indonesia," ujar Wapres.

Inovasi Hilirisasi dan Energi Terbarukan

Tak hanya infrastruktur dasar, Wapres juga mendorong adanya lompatan teknologi di sektor kelautan. Ia menginstruksikan pengembangan penggunaan panel surya (solar cell) untuk efisiensi energi di area KNMP. Selain itu, hilirisasi menjadi perhatian serius dengan rencana pembangunan industri pengolahan dan pengalengan ikan di lokasi tersebut agar nelayan tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga produk olahan bernilai tambah.

Dialog Serap Aspirasi: Nelayan Butuh Kapal dan SPBN

Sesi dialog bersama nelayan menjadi momen krusial dalam kunjungan ini. Ketua Koperasi Nelayan, Syafuddin Wailata, mengungkapkan bahwa meski potensi laut Raja Ampat sangat melimpah, nelayan masih terkendala keterbatasan armada kapal dan akses bahan bakar.

"Kami sangat berharap ada bantuan kapal atau perahu karena masih banyak anggota yang belum memiliki armada sendiri. Selain itu, kami mohon dibangunkan SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) di dekat sini agar kami tidak sulit mencari BBM," lapor Syafuddin.

Merespons hal tersebut, Wapres memberikan instruksi tegas kepada pengurus koperasi untuk segera menyusun laporan kebutuhan yang akurat.

"Saya minta dihitung detail, jangan pakai kira-kira atau estimasi. Bapak rapatkan dengan anggota, data berapa kekurangan kapalnya secara pasti. Berbasis data, baru nanti pemerintah masuk untuk bantu," tegas Gibran.

Kesehatan dan Ekonomi Kerakyatan

Di sisi lain, Wapres juga menitikberatkan pada aspek kesehatan masyarakat dengan meninjau pembangunan rumah sakit baru di Raja Ampat. Ia mengingatkan warga untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan gratis yang disediakan pemerintah. "Jangan menunggu sakit baru ke dokter. Gunakan layanan cek kesehatan gratis untuk deteksi dini," pesannya.

Kunjungan diakhiri dengan menyapa para pedagang di Pasar Rakyat Snon Bukor. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan penataan pasar lokal tetap representatif dan mampu mendukung perputaran ekonomi masyarakat lokal di tengah pesatnya industri pariwisata Raja Ampat.


Sumber : yt/@Setwapres (Wakil Presiden Republik Indonesia)
Editor : TandaGlobalnews

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama