Teror Penyiraman Air Keras Hantui Johar Baru, Remaja 16 Tahun Alami Luka Permanen

 TandaGlobalnews | JAKARTA – Aksi tawuran di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat, kembali memakan korban jiwa dan raga. Seorang remaja berinisial MR (16) menjadi korban penyiraman cairan kimia jenis asam klorida (HCL) yang mengakibatkan luka bakar serius dan cacat permanen pada bagian wajah.

Kronologi Kejadian

Peristiwa tragis ini bermula dari aksi saling tantang di media sosial antara dua kelompok remaja, yakni kelompok 'Bocipan' dan kelompok 'Wardul'. Keduanya sepakat melakukan aksi "perang sarung" pada Kamis malam di Jalan Johar Baru IVA.

Nahas, saat bentrokan pecah, MR yang berada di posisi paling belakang barisannya tidak sempat menyelamatkan diri. Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras menggunakan gayung ke arah wajah korban.

Kondisi Korban Mengkhawatirkan

Berdasarkan keterangan medis dari RSUD Tarakan, MR mengalami luka bakar derajat dua di area wajah dan leher. Dampak paling fatal dialami pada bagian indra penglihatan.

"Korban mengalami kerusakan permanen pada mata sebelah kiri. Ini tentu sangat berdampak pada masa depan korban," ujar Kompol Rita Oktavia Shinta, Kasat PPA-PPO Polres Metro Jakarta Pusat dalam keterangan terbarunya.

Perkembangan Kasus Hukum

Pihak kepolisian telah mengamankan dua pelaku utama berinisial FZ dan RS. Meskipun status hukum terus berjalan, kedua pelaku saat ini tidak ditahan menyusul adanya permohonan penangguhan penahanan dari pihak keluarga.

  • Status Pelaku: Wajib lapor setiap hari.

  • Proses Hukum: Berkas perkara telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan menunggu tahap P21 (kelengkapan berkas).

Himbauan Keamanan

Meningkatnya kasus penyiraman air keras di wilayah Jakarta Pusat sepanjang awal tahun 2026 ini memicu kekhawatiran publik. Pihak kepolisian berencana memperketat pengawasan terhadap penjualan bahan kimia berbahaya di pasar bebas guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.


Editor : Admin TandaGlobalnews

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama