TandaGlobalNews | SIDOARJO, Rabu 29 April 2026 – Sebuah insiden mengerikan dan memicu trauma dialami oleh seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Juhari. Peristiwa naas ini terjadi pada Rabu malam di kawasan Buduran, Sidoarjo, saat dirinya sedang bertugas mengantar pesanan makanan.
Dalam insiden tersebut, Juhari mengaku sempat ditodong dengan benda menyerupai pistol oleh dua orang pemotor yang sedang berboncengan. Kisah pilu dan menegangkan ini diceritakan langsung oleh korban saat mengudara di Radio Suara Surabaya, yang juga didengar oleh awak media detikJatim.
Menurut cerita Juhari, kejadian bermula ketika ia sedang melaju di jalanan yang cukup padat dan ramai. Tiba-tiba, dari arah belakang terdengar bunyi klakson yang sangat keras dan panjang dari sebuah motor berwarna hitam yang dinaiki oleh dua orang laki-laki.
"Saya tiba-tiba diklakson dari belakang. Karena memang jalanan agak ramai, saya nggak bisa beri jalan," ujar Juhari kepada penyiar Ajib Syahrian Nor.
Karena kondisi lalu lintas yang padat, Juhari tidak bisa langsung menepi atau memberi jalan. Hal ini rupanya membuat emosi pengendara motor di belakangnya meledak. Pemotor tersebut kemudian menyusul dan berada tepat di samping motor Juhari.
Sesampainya di samping, pria tersebut langsung mengeluarkan kata-kata kasar dan umpatan yang tidak pantas. Ia menuduh Juhari sedang asyik memainkan ponsel sehingga berkendara dengan lambat dan menghalangi jalan mereka.
Mendengar tuduhan tersebut, Juhari pun mencoba menjelaskan dan menegur dengan nada keras agar lawan bicaranya tidak bersikap kasar. Ia mengakui memang memegang ponsel, namun bukan untuk bermain media sosial atau hal lain, melainkan untuk membetulkan posisi kantong kresek makanan yang tergantung di motornya agar tidak jatuh atau tumpah.
"Saya memang bawa HP. Tapi saya tidak sedang main HP. Saya waktu itu sedang mengantar makanan, nah kebetulan saya betulkan kresek makanan yang ada di cantolan motor saya. Terus saya bilang ke orang itu, jangan misuh-misuh, sudah biasa di jalan kayak gitu," jelasnya.
Sayangnya, teguran tersebut justru membuat situasi semakin memanas dan berubah menjadi sangat mengancam nyawa.
Pria pemotor itu kemudian menyuruh Juhari untuk menepi. Saat itulah, hal yang paling menakutkan terjadi. Pria tersebut tiba-tiba mengeluarkan sebuah benda yang bentuknya sangat mirip dengan pistol dari balik bajunya, lalu menunjukkannya dan seolah-olah akan menodongkannya ke arah Juhari.
"Tepatnya nggak menodongkan tapi dia lihatkan gitu, terus bilang 'Ayo!'," cerita Juhari menirukan ucapan pelaku saat itu dengan nada gemetar.
Melihat senjata tersebut, Juhari sempat terkejut namun berusaha tetap tenang dan mengambil sikap berani. Ia pun mengambil inisiatif untuk berbicara dengan suara yang lebih keras dan menantang agar menarik perhatian orang lain di sekitar lokasi kejadian.
"Akhirnya saya inisiatif bicara agak keras, 'ayo kalau mau tembak saya, sini mau tembak saya di sebelah mana?'" ucapnya tegas.
Taktik Juhari ternyata ampuh dan berhasil mencegah hal yang lebih buruk terjadi. Suaranya yang keras berhasil menarik perhatian pengendara lain yang berada di sekitar mereka. Melihat situasi mulai diperhatikan banyak orang dan tidak lagi sepi, pelaku pun tampak mulai waspada dan takut ketahuan.
Akhirnya, pria tersebut memasukkan kembali benda diduga pistol tersebut dan menyelipkannya di pinggang bagian belakang atau di balik celananya.
"Saya agak teriak itu akhirnya orang di sekitar saya itu pada ngelihatin saya. Terus akhirnya orang itu masukin pistolnya, bukan dimasukin, diselipin gitu di pinggangnya itu," tambahnya menjelaskan posisi benda tersebut.
Setelah itu, kedua pelaku tidak melakukan apa-apa lagi dan langsung melanjutkan perjalanan mereka dengan melaju kencang meninggalkan lokasi kejadian. Juhari sempat menepi untuk menenangkan diri namun membiarkan pelaku pergi demi keselamatannya sendiri, mengingat lawan membawa senjata berbahaya.
Hingga berita ini diturunkan, Juhari mengaku masih merasa sangat trauma dengan kejadian yang baru saja ia alami. Bayangan ancaman tersebut masih terus terbayang di benaknya.
Namun, sebagai seorang pekerja keras, ia menyadari bahwa esok harinya ia tetap harus mencari nafkah dan bekerja seperti biasa untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Terkait rencana pelaporan ke pihak kepolisian, Juhari mengaku masih akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan keluarga. Ia masih mempertimbangkan langkah hukum apa yang akan diambil terkait ancaman senjata api yang ia terima.
"Saya masih mau konsultasi dulu dengan keluarga, apa kejadian ini saya laporkan ke polisi apa tidak. Kalau dibilang trauma ya trauma, tapi besok harus tetap kerja. Cuma harapannya besok tidak lagi ketemu yang begini-begini," pungkasnya dengan harapan agar selalu diberikan keselamatan dalam berkendara dan tidak bertemu orang semena-mena lagi.
Sumber: detikjatim
#tandaglobalnews#Sidoarjo #Buduran #Ojol #Pistol #Kriminal #LaluLintas

Posting Komentar