Menteri PPPA Sampaikan Permohonan Maaf Terkait Kegaduhan di Tengah Situasi Duka

gambar : IG/@kemenpppa

 TANDAGLOBALNEWS | JAKARTA – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, secara resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka atas pernyataan sebelumnya yang sempat memicu polemik dan kegaduhan di ruang publik. Pernyataan tersebut dinilai kurang tepat karena dilontarkan di tengah suasana duka yang masih menyelimuti masyarakat.

Menteri Arifah menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud mengabaikan sensitivitas situasi, namun ia menyadari bahwa diksi yang digunakan telah menimbulkan kesalahpahaman.


Prioritas Utama: Nyawa dan Keselamatan

Dalam keterangan resminya, Menteri PPPA menekankan bahwa keselamatan manusia merupakan hukum tertinggi yang harus dijunjung dalam setiap pengambilan kebijakan maupun komunikasi publik.

"Kami menyadari bahwa keselamatan setiap nyawa adalah prioritas mutlak di atas segala diskursus kebijakan. Insiden ini menjadi bahan evaluasi mendalam bagi kami, terutama dalam cara kami berkomunikasi dengan masyarakat agar lebih berempati dan tepat sasaran," ujar Arifah Fauzi.

Langkah Konkret Penanganan Korban

Menyusul permohonan maaf tersebut, Kementerian PPPA kini mengalihkan seluruh fokus pada penanganan dampak tragedi, khususnya bagi kelompok rentan. Terdapat tiga poin utama yang menjadi mandat langsung Menteri PPPA kepada jajarannya:

  1. Trauma Healing: Memastikan langkah nyata penanganan trauma bagi keluarga korban melalui pendampingan psikologis intensif.

  2. Perlindungan Anak: Menjamin perlindungan penuh bagi anak-anak yang terdampak tragedi ini agar mereka mendapatkan rasa aman.

  3. Pemenuhan Hak: Memastikan hak-hak dasar anak tetap terjaga, termasuk akses pendidikan dan kesehatan pasca-insiden.


Komitmen Evaluasi Internal

Kementerian PPPA berkomitmen untuk menjadikan peristiwa ini sebagai momentum perbaikan tata kelola komunikasi krisis. Evaluasi mendalam akan dilakukan di internal kementerian agar ke depannya setiap kebijakan dan pernyataan yang dikeluarkan benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat yang sedang mengalami masa sulit.

Hingga berita ini diturunkan, tim dari Deputi Perlindungan Khusus Anak telah diterjunkan ke lapangan untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait guna memastikan bantuan sampai kepada pihak-pihak yang membutuhkan.


Sumber : IG/@kemenpppa

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama