Geger! 22 Siswa Jadi Korban Pelecehan Seksual Oknum Guru Bela Diri di Indramayu, 1 Pelaku Ditangkap

 


TandaGlobalNews INDRAMAYU – Publik dan dunia pendidikan di Kabupaten Indramayu diguncang oleh kasus dugaan kekerasan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pendidik. Kasus yang kini tengah viral di media sosial ini melibatkan seorang guru yang juga bertindak sebagai pelatih ekstrakurikuler bela diri di wilayah Kecamatan Anjatan.

Berdasarkan data dan informasi yang dihimpun dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KBP3A), jumlah korban dalam kasus ini mencapai angka yang sangat mengkhawatirkan.

Tercatat total ada 19 siswa laki-laki dan 3 siswi perempuan dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi korban tindak asusila tersebut. Pihak berwenang menyebutkan bahwa dugaan pelecehan seksual itu tidak terjadi hanya sekali, melainkan dilakukan berulang kali di berbagai kesempatan dan lokasi yang berbeda-beda.

Keprihatinan atas kasus ini juga disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Indramayu, Edi Fauzi. Ia mengaku telah menerima laporan langsung dari keluarga para korban yang merasa dirugikan dan meminta keadilan.

Edi Fauzi pun mendesak pihak kepolisian agar bekerja cepat dan tegas dalam menangani kasus yang sangat meresahkan ini. Ia menuntut agar seluruh pelaku dapat segera ditangkap dan dijerat hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Terduga pelakunya adalah oknum guru yang juga menjadi pelatih ekstrakurikuler bela diri. Dugaan pelecehan seksual itu terjadi di berbagai kesempatan dan lokasi yang berbeda," ungkap Edi Fauzi kepada awak media, Kamis (23/4/2026).

Diketahui, laporan terkait kasus ini sudah resmi masuk ke meja hijau dan ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukan dengan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Indramayu, saat ini proses hukum sudah berjalan.

Dari dua orang terduga pelaku yang menjadi target operasi, saat ini satu orang telah berhasil diamankan oleh aparat. Namun, satu orang lainnya diketahui masih dalam pelarian dan sedang diburu oleh pihak kepolisian untuk dipertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasus ini menjadi sorotan tajam karena melibatkan tenaga pendidik yang seharusnya menjadi pelindung dan pembina bagi anak-anak, namun justru melakukan tindakan yang sangat tercela dan melanggar norma hukum serta agama.

Foto yang beredar merupakan dokumentasi Anggota DPRD Indramayu yang sedang mengawal dan menindaklanjuti kasus tersebut, bukan foto pelaku.

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama