Fakta Mengejutkan: Mobil Listrik Ternyata Sudah Ada Sebelum Mobil Bensin

 


TandaGlobalNews JAKARTA – Di tengah gencarnya tren elektrifikasi kendaraan saat ini, banyak orang menganggap mobil listrik sebagai teknologi super modern yang baru lahir belakangan ini. Namun, jika menilik sejarah otomotif dunia, ternyata fakta berbicara lain.

Kendaraan listrik justru sudah hadir jauh lebih dulu dibandingkan mobil bermesin pembakaran dalam atau Internal Combustion Engine (ICE) yang kita kenal sekarang.

Pengamat otomotif, Hendra Noor Saleh, menilai persepsi masyarakat yang menganggap mobil listrik sebagai penemuan baru adalah kurang tepat. Menurutnya, konsep kendaraan listrik justru lebih tua usianya.

“Kalau dibilang teknologi baru itu kurang tepat. Mobil listrik itu sudah ada lebih dulu, baru kemudian mobil berbahan bakar minyak berkembang,” ujar Hendra kepada Kompas.com, Sabtu (25/4/2026).

Sejarah mencatat, kendaraan listrik mulai dikembangkan sejak tahun 1830-an dan mencapai puncak popularitasnya pada awal abad ke-1900-an, jauh sebelum mobil bensin mendominasi jalanan.

Pada masa itu, mobil listrik sangat diminati di Amerika Serikat dan Eropa karena keunggulannya: suaranya lebih senyap, mudah dioperasikan, dan yang paling penting, tidak perlu diputar engkol manual (cranking) yang berat dan berbahaya seperti pada mobil bensin zaman dulu.

Hendra menjelaskan bahwa perubahan arah industri otomotif pada masa itu lebih banyak dipengaruhi oleh faktor ekonomi, bukan semata-mata karena teknologi bensin yang lebih unggul.

“Pada masa itu, hukum ekonomi lebih berpihak ke mobil bensin karena ditemukannya sumber minyak besar-besaran. Jadi pertumbuhan mobil ICE jauh lebih cepat,” jelasnya.

Dominasi mobil bensin semakin tak terelakkan setelah Henry Ford memperkenalkan sistem produksi massal melalui lini perakitan. Metode ini membuat harga mobil bensin jatuh drastis dan jauh lebih terjangkau oleh masyarakat umum.

Ditambah lagi dengan pesatnya pembangunan infrastruktur pom bensin di seluruh dunia, membuat kendaraan berbahan bakar minyak semakin nyaman digunakan.

Di sisi lain, teknologi baterai pada masa itu masih sangat terbatas. Jarak tempuh yang pendek, waktu pengisian yang sangat lama, serta bobot baterai yang berat membuat mobil listrik dinilai kurang praktis dibandingkan mobil bensin yang bisa melaju jauh dan diisi bahan bakar hanya dalam hitungan menit.

Akibatnya, popularitas mobil listrik merosot tajam dan hampir punah, digantikan sepenuhnya oleh mesin pembakaran dalam.

Lebih dari satu abad kemudian, kondisi mulai berbalik arah. Perkembangan teknologi baterai yang semakin canggih, meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan, serta kebijakan global yang mendukung hijau membuat mobil listrik kembali naik daun.

Artinya, tren elektrifikasi yang kita lihat saat ini bukanlah kemunculan teknologi yang benar-benar baru, melainkan kebangkitan kembali dari inovasi lama yang sempat tertinggal karena dinamika ekonomi dan industri di masa lalu.

Sumber Berita: Kompas.com

#MobilListrik #Otomotif #Sejarah #Teknologi #EV #KendaraanListrik #BeritaOtomotif

 

Tinggalkan Komentar

Lebih baru Lebih lama