TandaGlobalnews PANGKALPINANG – Tim SAR Pangkalpinang kembali melakukan aksi penyelamatan yang menegangkan. Seorang pendaki wanita bernama Aisah Selfiani (19) harus dievakuasi darurat setelah mengalami kondisi kritis berupa sesak napas dan muntah hebat saat mendaki di kawasan Bukit Pao, Pangkalanbaru, Bangka Tengah.
Korban diduga mengalami kelelahan ekstrem
dan hipotermia akibat suhu dingin serta medan yang berat. Kepala Kantor SAR
Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, membenarkan kejadian ini, Sabtu
(25/4/2026).
"Evakuasi dilakukan malam hari dan
korban dibawa turun menggunakan tandu. Selanjutnya langsung dilarikan ke rumah
sakit untuk perawatan medis," ujar Mikel.
Insiden bermula pada Jumat (24/4) sore
pukul 16.00 WIB, saat Aisah bersama rekannya bernama Manurung mulai mendaki
menuju puncak.
Sesampainya di puncak, kondisi Aisah mulai
memburuk. Ia mengeluh pusing dan tubuhnya terasa sangat lemas. Meskipun sudah
sempat beristirahat hingga pukul 18.30 WIB, kondisinya tidak kunjung membaik
justru makin melemah.
Rekan korban sempat berusaha menggendong
Aisah untuk turun sendiri. Namun, di tengah perjalanan korban justru mengalami
muntah-muntah hebat dan tidak sanggup bergerak lagi.
Melihat situasi makin mengkhawatirkan,
akhirnya bantuan resmi diminta. Laporan masuk ke Kansar Pangkalpinang pada
pukul 19.47 WIB.
"Rekan korban segera melaporkan karena
medan yang terjal dan kondisi fisik korban yang sudah tidak memungkinkan lagi
untuk berjalan," jelas Mikel.
Tim Rescuer langsung dikerahkan menuju
lokasi yang berada di ketinggian sekitar 210 mdpl. Karena lokasi kejadian
berada di area dinding bukit yang curam dan licin, tim menggunakan teknik
khusus Lowering System untuk menurunkan korban dengan aman menggunakan tandu.
Proses evakuasi berlangsung cukup
menegangkan di tengah gelapnya malam dan medan yang sulit. Alhamdulillah, pada
pukul 21.30 WIB korban berhasil berhasil diturunkan ke kaki bukit dengan
selamat.
Segera setelah sampai di daratan, korban
langsung dibawa menggunakan ambulans PSC 119 menuju RSUD Depati Hamzah untuk
mendapatkan penanganan medis intensif.
Di akhir penjelasannya, Mikel mengimbau
seluruh pencinta alam untuk selalu waspada.

Posting Komentar