Tandaglobalnews KEDIRI- 21 April 2026 – Siapa yang
tidak kenal dengan Hutan Simpenan Manggis yang terletak di wilayah Kecamatan
Puncu, Kabupaten Kediri, Tempat ini memiliki keunggulan alam yang sangat luar
biasa, udaranya sangat sejuk dan segar karena berada di kawasan pegunungan,
ditambah dengan rimbunnya pepohonan besar yang membuat suasana sangat asri dan
teduh. Selain itu, lokasinya yang mudah dijangkau dan tiket masuk yang sangat
terjangkau menjadi daya tarik utama yang membuat tempat ini dulu sangat
dicari-cari oleh wisatawan. Salah satu ciri khas dan daya tarik utama di Hutan
Simpenan Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri adalah populasi kera yang
sangat banyak dan bebas berkeliaran. Hewan-hewan ini menjadi pemandangan yang
sangat umum dan bahkan menjadi ikon tersendiri bagi tempat wisata alam
tersebut.
Di sepanjang jalan
setapak, area taman, hingga di dahan pohon-pohon tinggi, ratusan ekor kera
terlihat berlalu lalang dengan bebas. Mereka tidak takut pada manusia, bahkan
sering turun ke tanah dan mendekati pengunjung dengan sikap yang akrab namun
terkadang agresif jika merasa terganggu atau melihat makanan.
Keberadaan kera-kera
ini sebenarnya menjadi keseruan tersendiri, terutama bagi anak-anak dan
wisatawan yang suka berinteraksi dengan alam. Banyak pengunjung yang sengaja
membawa jagung atau kacang untuk memberi makan hewan-hewan ini. Namun, di balik
keseruan tersebut, pengunjung diminta untuk tetap waspada dan menjaga
barang-barang bawaan agar tidak direbut atau dibawa lari oleh para kera yang
terkenal nakal dan suka mencuri.
Populasi kera yang
masih terjaga dengan baik ini membuktikan bahwa ekosistem di Hutan Simpenan Manggis masih terbilang sangat alami dan
asri, meskipun lokasinya mudah dijangkau oleh manusia.
Dulu, tempat ini
merupakan primadona wisata alam. Kejayaan masa lalu sangat terasa, terutama
saat hari libur atau akhir pekan tiba. Area parkir yang luas selalu penuh sesak
oleh kendaraan roda dua dan roda empat yang berjejer rapi, bahkan sering kali
sampai memakan badan jalan. Suasana sangat hidup dan riuh rendah, penuh dengan
tawa pengunjung yang datang bersama keluarga maupun teman-teman. Namun sayang,
keseruan itu hanya terjadi pada hari libur saja, sementara di hari biasa
kawasan ini terlihat sangat lengang.
Namun kini,
kondisinya jauh berubah. Kejayaan tersebut perlahan memudar dan berubah menjadi
sepi senyap. Bahkan di akhir pekan atau hari libur yang biasanya menjadi puncak
keramaian, jumlah pengunjung kini bisa dihitung dengan jari. Area parkir yang
dulu padat kini terlihat kosong melompong, jalan setapak yang dulu dipadati
orang kini terlihat lengang, dan suasana hening mulai menyelimuti kawasan
wisata ini.
Perubahan drastis ini
tentu saja memberikan dampak ekonomi yang sangat besar bagi para pedagang di
sekitar lokasi. Mereka yang dulu bisa meraup untung besar saat hari libur, kini
harus gigit jari karena omzet anjlok drastis. Banyak yang mengeluh, bahkan
tidak sedikit yang memilih gulung tikar karena sepinya pembeli, baik di hari
biasa maupun saat libur tiba. Berdasarkan keterangan warga sekitar, ada
beberapa faktor yang menyebabkan tempat ini kehilangan pamornya. Salah satunya
adalah kurangnya perawatan fasilitas yang terlihat semakin tua dan
memprihatinkan. Selain itu, munculnya banyak destinasi wisata baru di Kediri
yang lebih modern, kekinian, dan instagramable membuat minat masyarakat beralih
ke tempat lain yang menawarkan fasilitas lebih lengkap dan menarik.
Kondisi ini tentu
sangat disayangkan, mengingat Hutan Simpenan Manggis Puncu sebenarnya masih
menyimpan potensi alam yang sangat indah. Banyak pihak berharap agar segera ada
perbaikan dan revitalisasi, sehingga tempat ini bisa kembali ramai dikunjungi
wisatawan, terutama saat hari libur, seperti masa kejayaannya dulu.
#tandaglobalnews#HutanSimpenan #ManggisPuncu #WisataKediri
#DuluRamaiSekarangSepi #WisataAlam #KediriUpdate #DestinasiWisata
Posting Komentar